Rabu, 22 Juli 2026

Kemenag Klarifikasi Kasus WNI Ditahan Polisi Makkah

Laporan oleh Wakhid Muqodam
Bagikan

Kementerian Agama akan mengklarifikasikan kasus WNI yang ditahan oleh Kepolisian Masjidil Haram, Makkah akibat melangsungkan ibadah di area Kabah sehingga mengganggu jamaah umrah di kawasan tersebut.

“Kejadian seperti itu, kami akan melakukan pengecekan ulang kasusnya seperti apa, kejadiannya seperti apa. Harus diklarifikasi dengan berbagai pihak terkait apa yang terjadi di sana,” kata Abdul Djamil Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) di Jakarta, Jumat (31/7/2015) dilansir dari Antara

Menurut dia, kasus 11 orang jamaah umrah Indonesia yang melakukan shalat Idul Fitri versi sendiri sebagaimana diberitakan sejumlah media itu harus diklarifikasi.

Abdul mengatakan hal itu akan diteruskan dengan tindak lanjut dengan memerintahkan kepada petugas di Arab Saudi guna menangani prosesnya sesuai prosedur.

“Tentu ada usaha untuk membebaskan mereka karena itu bagian dari pengawasan dan perlindungan jamaah,” kata dia.

Kemenag juga akan berkoordinasi dengan kedutaan Indonesia di Arab Saudi soal penahanan jamaah tersebut.

Diberitakan, 11 WNI yang sedang melaksanakan Shalat Id pada 18 Juli 2015 di sekitar Masjidil Haram ditahan kepolisian Arab Saudi karena menjadi tontonan jamaah lain yang sudah melaksanakan Shalat Id sehari sebelumnya.

Mereka mengklaim diri sebagai organisasi Himpunan Pemuda Sinar Syahid (Himpass).

Kepolisian setempat menganggap jamaah Himpass menghalangi jalur jamaah lain yang sedianya akan melangsungkan ibadah tawaf di area Kabah.

Saat melangsungkan ibadah, mereka mengenakan pakaian gamis hitam yang menarik perhatian jamaah lain di Masjidil Haram. (ant/wak/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 22 Juli 2026
33o
Kurs