Rabu, 16 September 2026

Biaya Kesehatan Masyarakat Menjadi Tinggi Karena Rokok

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Ilustrasi

Joko Widodo Presiden mengatakan, rokok mempunyai andil yang menjadi penyebab biaya hidup tinggi di kalangan keluarga miskin.

Rokok menempati urutan kedua yang dikonsumsi rumah tangga miskin. Keluarga miskin lebih memilih membelanjakan uangnya untuk membeli rokok daripada membeli makanan yang bergizi.

Bila pola pikir yang lebih mementingkan rokok daripada makanan bergizi ini dibiarkan, dampak yang ditimbulkan cukup besar bagi perokok sendiri maupun masyarakat yang terdampak asapnya.

Menurut presiden, sudah saatnya mengurangi konsumsi rokok untuk melindungi kesehatan anak-anak dan masyarakat. Karena pemerintah mempunyai kewajiban melindungi anak-anak dari bahaya rokok.

“Yang menyedot anggaran belanja rumah tangga cukup besar,” kata presiden kepada wartawan menjelang kunjungan tamu negara Raja dan Ratu Swedia, Senin (22/5/2017).

Nila Moeloek Menteri Kesehatan menjelaskan, larangan merokok di tempat publik terus diperluas karena masyarakat yang terdampak oleh asap rokok sama bahayanya dengan orang yang merokok. (jos/dwi/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
28o
Kurs