Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan kepercayaan kepada Kota Surabaya sebagai tuan rumah perayaan Hari Batik Nasional yang terjadwal berlangsung dari tanggal 30 September sampai 4 Oktober 2026.
Reni Yanita Direktur Jenderal IKMA Kemenperin menyebut, Surabaya dipilih karena pintu masuk Indonesia bagian timur. Sehingga, bisa mendekatkan batik ke masyarakat secara lebih luas.
“Nanti dari mana-mana enggak harus ke Jogja, ke Solo, nah ke Surabaya ini,” katanya dalam konferensi pers di Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Dia berharap, perayaan lewat pameran dan beragam rangkaian acara itu bisa mendongkrak distribusi batik di dalam negeri yang diprioritaskan setelah ekspor melambat 13,76 persen di triwulan 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Ekspor yang melambat itu bisa saja ditutupi dengan kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat. Kalau dari nilai tidak signifikan karena memang kurs dolar kan naik. Tapi kalau dari quantity ya yang memang agak menurun gitu,” ungkapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

