Kamis, 23 Juli 2026

Layanan yang Gak Bisa Dipakai Kalau Kamu Belum Padankan NIK-NPWP

Laporan oleh Fadhilah Putra Pratama
Bagikan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperpanjang masa perubahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang semula 1 Januari 2024 menjadi 1 Juli 2024.

Sementara, NPWP dalam format saat ini, yang terdiri dari 15 digit, hanya berlaku hingga 30 Juni, dan mulai 1 Juli 2024 akan menggunakan format baru dengan panjang 16 digit.

Perubahan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 Tahun 2023 yang mengubah PMK Nomor 112/PMK.03/2022 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Instansi Pemerintah.

Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), menyatakan bahwa penundaan ini dipertimbangkan seiring dengan implementasi Coretax Administration System (CTAS) yang direncanakan pada pertengahan tahun 2024. Hal ini memberikan masyarakat lebih banyak waktu untuk melakukan pemadanan NIK dan NPWP.

Proses pemadanan ini wajib dilakukan oleh para wajib pajak secara mandiri. Ketidakpatuhan dalam melakukan pemadanan NIK dan NPWP dapat mengakibatkan tidak mendapatkannya enam layanan administrasi tertentu.

Yuk, ketahui apa saja enam layanan administrasi itu di #infografis berikut!

#suarasurabayamedia #infografiss #perubahannik #npwp2024 #pajakindonesia

 

Soerabaja10k
Bagikan
Berita Terkait

Profil Sudaryono, Kepala BGN yang Baru

Hotline Kecamatan Sak Suroboyo

Final Piala Dunia 2026

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026



Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Surabaya
Kamis, 23 Juli 2026
28o
Kurs