Rabu, 16 September 2026

Sulit Jalin Koalisi Dengan Jokowi, Demokrat Terbuka dengan Gerindra

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
SBY dan Prabowo memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan. Foto: Faiz suarasurabaya.net

Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra mengadakan pertemuan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Ketua Umum Partai Demokrat. Pertemuan berlangsung di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

Pertemuan keduanya berlangsung sekitar 90 menit, namun belum ada keputusan tentang koalisi kedua partai. Meski demikian, SBY justru sempat menyebutkan, koalisi dengan Jokowi sulit karena banyak hambatan dan rintangan.

“Sebenarnya saya menjalin komunikasi dengan pak Jokowi itu hampir satu tahun, untuk juga menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan. Pak Jokowi juga berharap Demokrat bisa di dalam, tapi saya menyadari banyak sekali rintangan dan hambatan menuju koalisi itu,” ujar SBY usai pertemuan itu.

SBY merasa tidak perlu menyampaikan detil rintangan maupun hambatan itu. Dia menegaskan, koalisi itu akan terbangun kalau iklimnya baik. Kesediaan untuk berkoalisi juga ada, mutual trust (saling percaya), mutual respect (saling menghormati) dan lain-lain.

Dalam pertemuannya dengan Prabowo, SBY mengaku belum membicarakan soal Cawapres.

“Kami tidak membicarakan urusan Cawapres pada malam hari ini. Dan saya mengulangi statement saya bahwa setiap partai politik tentu menginginkan salah satu kadernya untuk menjadi Capres atau Cawapres. Saya kira logis, demikian juga Partai Demokrat,” jelas SBY.

Tetapi, SBY mengatakan, bagi Partai Demokrat, Cawapres bukan harga mati. Yang penting, kata dia, bila pun terjalin koalisi, pasangan capres cawapres yang paling baik adalah yang diyakini rakyat mampu membawa perubahan lebih baik.

Sementara, Prabowo juga mengatakan kalau SBY tidak minta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres harga mati. “Beliau (SBY) minta beberapa hari ini kita mencari nama yang terbaik,” kata Prabowo.

Prabowo berterus terang kalau kriteria yang dia butuhkan adalah orang yang capable (mampu), orang yang bisa berkomunikasi baik dengan generasi muda. Tidak menutup kemungkinan nama AHY menjadi pembahasan antara Demokrat dan Gerindra.

“Karena memang pemilih mayoritas di bawah usia 40 tahun. Jadi, kalau umpamanya dalam pertemuan nanti nama AHY muncul sebagai salah satu yang dibicarakan, saya harus katakan “why not” (mengapa tidak),” tegas Prabowo.

Jadi, menurut Prabowo, tidak ada harga mati soal cawapres. Yang penting, niat SBY maupun dirinya mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah bangsa.

Dalm pertemuan, baik SBY maupun Prabowo juga menyampaikan keprihatinannya soal masalah ekonomi bangsa, termasuk semakin terpuruknya Rupiah terhadap Dollar, masalah pangan, maupun kondisi BUMN-BUMN yang menyedihkan karena BUMN merupakan benteng terakhir bagi ekonomi bangsa.

Selain itu, masalah hukum juga disoroti, yang intinya, jangan sampai hukum dijadikan alat politik.

Setelah pertemuan perdana ini, Tim kecil dari Gerindra maupun Demokrat akan sering mengadakan pertemuan untuk membahas masalah-masalah teknis koalisi. (faz/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
25o
Kurs