Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menegaskan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian akan tetap pindah ke Tambak Oso Wilangun (TOW) untuk penataan kawasan wisata religi Ampel.
Menurutnya pemindahan itu bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya yang seharusnya dilaksanakan tahun 2019.
“Tapi pada waktu itu ada kendala Covid-19. Sehingga yang kita pindah dulu adalah terkait (RPH) dengan babi, setelah itu baru sapi,” ungkap Eri ketika meninjau Hi-Tech Mall Surabaya, Rabu (14/1/2026).
Ia memastikan, pemerintah kota tetap melanjutkan rencana pemindahan RPH Pegirian meski mendapat penolakan dari sejumlah pejagal sapi. Eri menegaskan bahwa pemindahan dilakukan setelah Idulfitri.
“Kita sudah lakukan diskusi dan komunikasi. Tapi mereka mengatakan jangan dipindah, tidak bisa,” ucapnya.
Alasannya karena RPH Pegirian akan jadi tempat penataan parkir dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kawasan religi Ampel.
“Sehingga tidak ada lagi parkir di jalan. Semuanya akan masuk ke dalam. Jadi konsepnya ini terintegrasi,” paparnya.
Penataan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke kawasan religi Ampel, baik untuk berwisata maupun berziarah.
“Penataan kawasan Ampel ini harus berjalan. Jadi saya sampaikan, saya mohon maaf, kalau harus membatalkan (pemindahan RPH) tidak, pasti akan berpindah,” tuturmya.
Penataan kawasan Ampel itu, lanjutnya, juga bagian dari permintaan warga Surabaya. Rencananya akan dilakukan setelah RPH Pegirian pindah kemungkinan akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. (lta/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
