Jumat, 16 Januari 2026

BP Tapera: Minat Milenial dan Gen Z Miliki Rumah Sendiri Masih Tinggi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Heru Pudyo Nugroho Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menanggapi pertanyaan awak media di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Antara

Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyebut generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) masih mempunyai minat yang tinggi untuk bisa memiliki rumah sendiri, baik untuk ditempati maupun sebagai bentuk investasi.

Heru Pudyo Nugroho Komisioner BP Tapera mengatakan, hal itu tercermin dari data kinerja realisasi pembiayaan berdasarkan pekerjaan dan usia BP Tapera.

Tercatat bahwa 172.991 orang dengan rentang usia 19-30 tahun mengakses pembiayaan perumahan dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) per Desember 2025.

“Kalau berdasarkan usia, dari analisis data analitik kami, 172.991 dari 278 ribu (pembiayaan dengan skema FLPP) atau 62 persen itu diakses oleh masyarakat dengan usia rentang-usia antara 19 sampai 30 tahun,” ungkap Heru di Jakarta, Kamis (15/1/2026), yang dikutip Antara.

“Artinya, millenial dan Gen Z justru banyak yang sudah mulai sadar pentingnya memiliki rumah,” tambahnya.

Lebih rinci, berdasarkan data yang dibagikan, sebanyak 74.538 orang (26,72 persen) dengan rentang usia 31-40 tahun menjadi golongan terbanyak kedua dalam penerima manfaat skema pembiayaan ini. Sementara, 31.339 orang (11,23 persen) berasal dari golongan usia 41 tahun ke atas.

Heru mengatakan, dalam beberapa kunjungan kerja bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), banyak anak-anak muda yang belum menikah juga berani memutuskan untuk memiliki rumah sendiri dengan cara mengangsur dan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah.

“Ini menunjukkan bahwa preferensi anak-anak muda masih sangat tinggi terhadap kepemilikan rumah sebagai investasi masa depan mereka,” ujar dia.

Lebih lanjut, Heru mengatakan, minat yang tinggi dari generasi muda dalam kepemilikan rumah pun diproyeksikan bakal meningkat tahun ini, menyusul penyusunan aturan terkait rumah susun (rusun) subsidi yang diharapkan dapat menjadi solusi atas backlog hunian di perkotaan.

“Apalagi kalau tahun ini dengan kita lagi kejar untuk segera terbit regulasi terkait dengan rumah susun, harga satuan rumah susun beserta luasan dan juga nanti suku bunganya,” katanya. (ant/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Jumat, 16 Januari 2026
25o
Kurs