Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memastikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan otoritas terkait bakal memperketat pengawasan perdagangan pasar modal. Termasuk memperketat pemantauan transaksi tidak wajar, penegakan aturan terhadap praktik manipulasi, serta penguatan komunikasi pasar yang lebih cepat dan jelas.
“Perlindungan investor dan stabilitas pasar menjadi prioritas utama,” ujar Luhut seperti dilansir Antara, Senin (2/2/2026).
Luhut juga meminta investor, khususnya investor domestik tetap tenang dan tidak terbawa sentimen jangka pendek.
Evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diikuti oleh koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut Luhut sebagai momentum reformasi pasar modal. Sehingga ke depan, pasar bisa lebih sehat, transparan, adil, dan makin kompetitif.
Total ada enam langkah perbaikan yang diumumkan pemerintah, OJK dan BEI
- Akan merevisi dan memperkuat ketentuan kewajiban pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) bagi emiten-emiten utama. Di susul mekanisme verifikasi dan sanksi yang tegas.
- Mendorong peningkatan ambang batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen, funginya untuk memperbaiki likuiditas dan kualitas price discovery, khususnya bagi emiten berkapitalisasi besar.
- Mendorong percepatan demutualisasi BEI. Meminimalkan benturan kepentingan dan memperkuat tata kelola bursa, sehingga independen, profesional, dan akuntabel.
- Memperdalam likuiditas domestik, pemerintah mendukung langkah OJK dan BEI untuk menaikkan batas atas investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi hingga 20 persen, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.
- Peluang pembaruan kepemimpinan setelah pengunduran diri jajaran direksi BEI dan sejumlah pejabat tinggi di OJK.
- Mendukung OJK dan BEI mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengawasi pasar dan mendeteksi anomali harga, serta pola transaksi yang berpotensi merugikan investor.
Terkait enam langkah tersebut, Luhut mendukung dan menekankan pentingnya transparansi untuk mencegah praktik-praktik yang tidak sehat, serta memperkuat kepercayaan terhadap integritas pasar modal.
“Kita membutuhkan pemimpin yang berani mengeksekusi perubahan dan menegakkan aturan. Pasar modal harus menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Kata Luhut, pemerintah mendukung proses seleksi berbasis merit, demi menghadirkan pemimpin berintegritas dan dapat mereformasi pasar modal di Indonesia.
“Dengan memperbesar peran investor institusi domestik, kita membangun bantalan likuiditas agar pasar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi arus modal asing,” kata Luhut.
Selain itu pemanfaatan teknologi dinilai bisa memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas penegakan hukum. Sehingga ke depan, ruang praktik-pratik curang bisa diperkecil. (ant/lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
