Minggu, 15 Februari 2026

Indonesia Segera Punya Kapal Induk Pertama, Hibah dari Italia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dibeli Indonesia dari Italia. Foto: Wikipedia

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun ini bakal memiliki kapal induk pertama yang merupakan hibah dari Pemerintah Italia.

Kapal induk bernama Guiseppe Garibaldi itu adalah kapal yang sudah puluhan tahun jadi andalan Angkatan Laut Italia, dan mulai berhenti beroperasi tanggal 1 Oktober 2024.

Laksamana TNI Muhammad Ali Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menargetkan, kapal tersebut tiba di Indonesia sebelum Hari Ulang Tahun TNI tanggal 5 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026), di Jakarta, KSAL mengatakan, sekarang negosiasi teknis masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan galangan kapal Fincantieri selaku produsen, serta Angkatan Laut Italia sebagai pemilik sebelumnya.

“Untuk Garibaldi, masih dalam proses. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” ujarnya.

Walau mendapat hibah, Pemerintah Indonesia tetap mengalokasikan anggaran untuk proses retrofit atau penyesuaian teknologi.

Sehingga, kapal Guiseppe Garibaldi bisa memenuhi standar operasi TNI Angkatan Laut.

Menurut Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, pengadaan kapal induk bukan cuma fokus pada teknologi. Tapi, juga perlu menyiapkan sumber daya manusia.

Dia mengungkapkan, Kemhan bersama TNI menyiapkan calon awak kapal induk, serta melakukan pembinaan.

“Kemhan bersama TNI juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki kapal tersebut, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan,” katanya.

Brigjen Rico menyebut, para prajurit yang diproyeksikan jadi awak kapal induk sudah terlatih dan berpengalaman di bidang perkapalan.

Sekadar informasi, Giuseppe Garibaldi adalah kapal induk dengan dek penerbangan pesawat sayap tetap (fixed wing) pertama yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Italia, dan mulai operasional tahun 1985.

Kapal Guiseppe Garibaldi dilengkapi dengan pesawat untuk operasional short take-off and vertical landing (STOVL) dan helikopter.

Empat mesin turbin produksi Fiat di bawah lisensi General Electric di Kapal Induk Guiseppe Garibaldi mampu menghasilkan daya 81 ribu tenaga kuda atau sekitar 60 Mega Watt.

Kecepatan maksimum kapal tersebut 30 knots (56 km/jam), dan bisa menempuh jarak 13 ribu km pada kecepatan jelajah sekitar 20 knots.

Dengan bobot mati 14 ribuan ton, panjang lambung 180 meter dan lebar 33 meter, Kapal Guiseppe Garibaldi bisa diisi 550 anak buah kapal, 100 staf dan 180 personel penerbangan.

Giuseppe Garibaldi sudah pernah mengalami modernisasi tahun 2003, dan restrukturisasi besar-besaran tahun 2013.

Kapal Guiseppe Garibaldi mirip dengan dua kapal TNI AL, yaitu KRI Brawijaya 320, dan KRI Prabu Siliwangi 321 yang sama-sama diproduksi Fincantieri Italia.

Sejumlah nama tokoh besar diusulkan untuk mengganti nama Guiseppe Garibaldi kalau kapal itu sudah resmi jadi milik Indonesia, antara lain Gadjah Mada dan Jenderal Soedirman.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 15 Februari 2026
31o
Kurs