Sabtu, 28 Februari 2026

Pascabanjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Masih Hadapi Krisis Air Bersih

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Warga Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang saat mengantre penyaluran air bersih dari Lazisnu Jatim, Jumat (27/2/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Belum pulihnya seluruh infrastruktur pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang masih menyisakan sederet persoalan bagi masyarakat. Kini sejumlah desa di wilayah tersebut tengah menghadapi krisis air bersih.

Selain faktor peralihan musim kemarau, kekeringan di Aceh Tamiang juga dipicu rusaknya instalasi air dan sumur yang masih tercampur material lumpur sisa banjir bandang.

Sunarti salah satu warga di Desa Banai, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang menuturkan kesehariannya yang kesulitan mendapat akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ia dan sekeluarga yang kini tinggal di tenda darurat hanya mengandalkan air sumur bor dari bantuan swasta. Namun kini sumur tersebut mulai mengering.

“Air bersih susah setelah banjir bandang kemarin, sekarang kami ada air sumur bor dari bantuan. Tapi sekarang banyak yang mulai kering,” ucap Sunarti, Jumat (27/2/2026).

Untuk mengakali kondisi yang serba terbatas, ia harus menghemat penggunaan air bersih yang ia tandon di bak berukuran sekitar 250 liter.

“Airnya udah payah, keluarnya,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami Zainudin warga Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Desanya yang kini luluhlantak disapu banjir bandang mengalami krisis air bersih.

Sumber air yang didapatkan dari sumur juga mulai mengering. Warga setempat kini berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

“Kami dah habis air ini, krisis air,” katanya.

Di sisi lain, Tim Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Provinsi Jawa Timur telah mengerahkan truk tangki air untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Aceh Tamiang.

Ahmad Syaiful Koordinator Tim Lazisnu Jatim mengatakan, satu unit mobil tangki air bersih yang mengangkut 21.000 liter telah dioperasikan untuk tiga kali pengiriman dalam sehari guna memenuhi kebutuhan air warga.

Pengiriman air bersih itu memprioritaskan tandon air di masjid, dapur umum dan mushola yang tersebar di sejumlah titik di Aceh Tamiang.

“Masih banyak warga Aceh Tamiang yang kesulitan mendapat air bersih, untuk itu kami memprioritaskan pengiriman ke titik-titik sentral,” jelasnya.(wld/ris/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 28 Februari 2026
24o
Kurs