Sabtu, 28 Februari 2026

Pemerintah Afghanistan Ingin Berdialog untuk Selesaikan Ketegangan dengan Pakistan

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Para pejuang Taliban Afghanistan berpatroli di dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan di Spin Boldak, provinsi Kandahar, setelah terjadi baku tembak antara pasukan Pakistan dan Afghanistan pada Oktober 2025. Foto: Al Jazeera/ Reuters

Pemerintah Afghanistan menyatakan ingin menyelesaikan ketegangan dengan Pakistan melalui jalur dialog dan perdamaian, di tengah meningkatnya bentrokan militer di wilayah perbatasan kedua negara.

Zabihullah Mujahid Juru Bicara Pemerintah Afghanistan menyatakan komitmen tersebut dalam konferensi pers, di Kota Kandahar, Jumat (27/2/2026) waktu setempat.

“Kami telah berulang kali menekankan solusi damai dan masih ingin masalah ini diselesaikan melalui dialog,” ujarnya seperti dikutip Kantor Berita Anadolu.

Dia melanjutkan, pesawat militer Pakistan masih terpantau terbang di wilayah udara Afghanistan, beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke Kabul, Kandahar, dan sejumlah kota lainnya.

Menurut Mujahid, bentrokan di perbatasan menyebabkan 13 tentara Afghanistan tewas dan 22 lainnya mengalami luka-luka. Dia juga menuding Pakistan tidak menunjukkan kemauan untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi.

Mujahid mengklaim sebanyak 55 tentara Pakistan tewas dan banyak lainnya terluka dalam pertempuran tersebut, serta menyebut 19 pos militer Pakistan telah dihancurkan.

“Kami memiliki 23 jenazah tentara Pakistan, selain beberapa yang ditangkap. Jumlah pastinya akan kami umumkan kemudian,” katanya.

Mujahid juga menolak tudingan Islamabad yang menyebut kelompok Taliban Pakistan menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis serangan. Dia menegaskan, Kabul tetap berkomitmen tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang negara lain.

“Perang internal Pakistan sepenuhnya merupakan urusan dalam negeri mereka dan bukan isu baru,” ucapnya.

Mujahid menambahkan, kebijakan luar negeri Afghanistan didasarkan pada prinsip saling menghormati dan tidak ingin menempuh jalur permusuhan dengan negara mana pun.

Untuk diketahui, bentrokan antara Pakistan dan Afghanistan dilaporkan semakin intens sejak hari Kamis (26/2/2026) malam. Total korban jiwa di kedua sisi perbatasan dilaporkan mencapai 48 orang.

Pakistan menyebut, 12 tentaranya dan satu warga sipil tewas, sementara Afghanistan menyatakan 13 tentara dan 22 warga sipil meninggal dunia akibat konflik tersebut.

Sebelumnya, Kabul mengumumkan telah melancarkan serangan balasan di wilayah perbatasan setelah serangan udara Pakistan pada Minggu lalu yang menewaskan banyak korban.

Pakistan kemudian merespons dengan tembakan artileri berat serta serangan udara baru di Kabul, Kandahar, dan Provinsi Paktia pada Jumat dini hari.

Di tengah eskalasi konflik, Amir Khan Muttaqi Menteri Luar Negeri Afghanistan, melakukan komunikasi diplomatik terpisah dengan pejabat tinggi Qatar, yakni Mohammed bin Abdulaziz Al-Khulaifi, serta Faisal bin Farhan Menteri Luar Negeri Arab Saudi.

Pembicaraan tersebut menekankan pentingnya membangun suasana toleransi serta mendorong solusi diplomatik guna meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut antara kedua negara.(bil/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Sabtu, 28 Februari 2026
30o
Kurs