Ebrahim Jabbari, Penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (Iran’s Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan Selat Hormuz ditutup, dan mengancam setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut bakal dibakar.
“Selat itu tertutup. Jika ada yang mencoba melewatinya, para pahlawan Garda Revolusi dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal itu,” kata Ebrahim Jabari seperti dilansir Al Jazeera, Senin (2/3/2026).
Teheran menargetkan infrastruktur yang sangat penting bagi produksi energi dunia sebagai balasan pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, yang mengakibatkan meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran dan pejabat senior lainnya.
“Kami juga akan menyerang jalur pipa minyak dan tidak akan membiarkan setetes pun minyak keluar dari wilayah ini. Harga minyak akan mencapai 200 dolar AS dalam beberapa hari mendatang. Amerika Serikat, dengan utang miliaran dolar, bergantung pada minyak di wilayah ini, tetapi mereka harus tahu bahwa bahkan setetes minyak pun tidak akan sampai kepada mereka” ujarnya.
Dikabarkan, lima kapal tanker mengalami kerusakan, dua personel tewas, dan sekitar 150 kapal terdampar di sekitar selat yang memisahkan Iran dan Oman.
Harga minyak naik di atas $79,40 per barel pada hari Senin (2/3/2026) di tengah meningkatnya ketegangan antara AS-Israel dengan Iran.
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran minyak terpenting di dunia. Selat ini memiliki titik-titik pengecekan antara Teluk Arab dan Teluk Oman. Selat sepanjang 39 km tersebut adalah satu-satunya rute ke laut lepas, untuk lebih dari seperenam produksi minyak global, dan sepertiga gas alam cair (LNG) dunia.
Kawasan maritim tersebut menjadi sorotan menyusul ledakan pada 13 Juni yang merusak dua kapal tanker minyak, hanya sebulan setelah empat kapal lainnya disabotase di dekatnya.
Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran, mengubungkan jalur laut dari negara-negara di Teluk (Irak, Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab) dengan Laut Arab dan sekitarnya.
Selat ini merupakan satu-satunya jalur pengangkutan barang atau orang ke seluruh dunia. Tercatat seperenam dari minyak dunia melewati selat ini, yaitu 17,2 juta barel per hari.
Angka ini termasuk minyak dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yaitu Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, dan Kuwait. Qatar, pengekspor LNG terbesar di dunia, juga mengirimkan sebagian besar LNG-nya melalui selat ini. (lea/ipg)










