Selasa, 3 Maret 2026

Netanyahu Sebut Perang AS-Israel Melawan Iran Tak Akan Berlangsung Tanpa Akhir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel. Foto: Anadolu

Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel, menyatakan bahwa perang gabungannya dengan Amerika Serikat melawan Iran tidak akan berlangsung tanpa akhir.

“Anda tidak akan menghadapi perang yang tak ada ujungnya,” kata Netanyahu dalam wawancaranya dengan Fox News, Senin (3/3/2026).

Ia berpendapat bahwa runtuhnya rezim Iran saat ini justru akan membuka jalan bagi lahirnya banyak perjanjian damai baru dengan negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah.

“Kami akan menciptakan kondisi terlebih dahulu agar rakyat Iran bisa mengendalikan nasib mereka sendiri, membentuk pemerintahan yang dipilih secara demokratis, yang akan menjadikan Iran berbeda sepenuhnya,” ujarnya seperti dikutip Anadolu.

Netanyahu juga menyebut Arab Saudi sebagai salah satu negara yang dinilai akan memperoleh manfaat signifikan jika rezim Iran saat ini runtuh. Menurutnya, situasi tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju perdamaian yang lebih luas di kawasan.

Ia turut menyinggung keberhasilan kerja samanya dengan Donald Trump Presiden AS, yang dalam periode pertamanya berhasil mendorong normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab, melalui Abraham Accords.

“Ketika kami bekerja bersama, Trump Presiden dan saya, kami mencapai empat terobosan perdamaian. Kami menghadirkan Abraham Accords, yakni empat perjanjian damai dengan empat negara Arab,” kata Netanyahu.

Ia meyakini bahwa kerja sama melawan Iran saat ini akan membuka peluang terciptanya lebih banyak perjanjian damai di masa depan. “Ini bukan perang tanpa akhir. Ini adalah gerbang menuju perdamaian. Justru kebalikan dari apa yang banyak orang katakan,” tambahnya.

Sementara itu, Trump dalam sebuah video yang diunggah di platform Truth Social pada, Minggu (1/3/2026), menyerukan kepada rakyat Iran agar memanfaatkan momentum ini.

“Saya menyerukan kepada semua patriot Iran yang mendambakan kebebasan untuk merebut momen ini, berani, tegas, dan mengambil kembali negara Anda,” ujar Trump.

Sejak Sabtu (28/2/2026), serangan gabungan AS-Israel dilaporkan telah membuat sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi meninggal.

Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan lokasi-lokasi yang memiliki keterkaitan dengan aset AS di negara-negara Teluk. Enam personel militer AS dilaporkan meninggal dan beberapa lainnya mengalami luka serius dalam eskalasi konflik tersebut.

Menurut data dari Bulan Sabit Merah Iran, jumlah korban meninggal akibat serangan udara AS dan Israel sejak Sabtu meningkat menjadi 787 orang, termasuk sedikitnya 165 siswi sekolah.

Eskalasi konflik ini terus memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap keamanan internasional serta perekonomian dunia. (bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 3 Maret 2026
26o
Kurs