Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan pada Selasa (10/3/2026) akan terus menahan perizinan pengiriman minyak dari Timur Tengah dengan penutupan Selat Hormuz jika serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terus berlanjut.
Donald Trump Presiden AS mengecam hal tersebut dengan mengatakan AS akan menyerah Iran “20 kali lebih keras” daripada serangan sebelumnya. Ia menyampaikan kecamannya pada laman Truth Social miliknya.
“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada yang telah mereka alami sejauh ini,” tulis Trump.
Dilansir dari Reuters, ucapan Trump tersebut tidak banyak memiliki pengaruh dalam mengendalikan situasi sebelumnya mengenai penurunan harga minyak mentah dan kenaikan harga saham global.
Pada Senin (9/3/2026), Trump mengatakan bahwa militer Iran mengalami kerusakan serius yang disebabkan oleh AS. Ia juga mengatakan konflik akan berakhir lebih cepat dari waktu yang ia tetapkan sebelumnya yakni empat minggu.
Sementara Benjamin Netanyahu Perdana Menteri Israel mengungkapkan serangannya pada Iran adalah untuk menggulingkan rezim diktator Iran.
“Aspirasi kami adalah untuk membawa rakyat Iran melepaskan diri dari belenggu tirani,” ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Para pejabat AS menyebutkan tujuan Washington menyerang Iran adalah untuk menghancurkan kemampuan rudal dan program nuklir Iran, tetapi Trump mengatakan perang hanya dapat berakhir dengan pemerintah Iran yang patuh. (vve/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
