Kamis, 12 Maret 2026

Jasa Marga Prediksi Gerbang Tol Warugunung Mengalami Kenaikan 82 Persen saat Puncak Arus Mudik

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Gerbang Tol Warugunung. Foto: PT JSM

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memprediksi adanya kenaikan jumlah kendaraan yang melewati Gerbang Tol (GT) Warugunung sebanyak 82 persen, saat puncak arus mudik Lebaran Idulfitri tahun ini.

Ria Marlinda Paallo Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT menerangkan, pihaknya sudah memetakan proyeksi puncak arus mudik dan balik untuk wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, ada perbedaan tren puncak arus mudik nasional dan daerah. Secara nasional, arus mudik diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026.

“Sedangkan di daerah, terutama GT Warugung, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Sabtu (21/3/2026),” katanya pada awak media, Rabu (11/3/2026).

Pada puncak arus mudik, lanjut Ria, akan ada kenaikan volume sebanyak 36.675 kendaraan dari kondisi normal, yang mana ini menunjukkan adanya antusiasme masyarakat melakukan perjalanan mudik.

Selain GT Warugunung, Ria memprediksi puncak arus mudik juga terjadi di GT Kejapanan Utama pada Minggu (22/3/2026).

“Lonjakan ini dipicu oleh tingginya volume lalu lintas silaturahmi. Biasanya masyarakat cenderung mulai melakukan perjalanan antar-kota setelah hari raya untuk mengunjungi keluarga,” ungkapnya.

Sementara pada periode arus balik, Jasa Marga memproyeksikan kepadatan akan terjadi secara serentak di GT Warugunung dan GT Kejapanan Utama pada Selasa (24/3/2026) dengan angka yang sangat signifikan yakni, mencapai lebih dari 120 persen dibandingkan hari normal.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Jasamarga memastikan seluruh pekerjaan konstruksi di jalan tol dihentikan per hari Rabu (11/3/2026).

“Namun, kami tetap menyiagakan tim khusus untuk penanggulangan lubang dan genangan tetap selama 24 jam guna menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jalan di tengah cuaca yang tidak menentu,” tambahnya.

Sebagai informasi, Jasa Marga akan menyiagakan 14 tim antisipasi genangan dan longsor serta menyediakan 12 unit pompa air, untuk mempercepat penanganan gangguan teknis di lapangan.

“Selain fasilitas fisik, ratusan personel on call juga disebar di berbagai ruas, mulai dari Tol Ngawi-Kertosono hingga Surabaya-Gempol, untuk memberikan layanan otoritas dan bantuan cepat bagi pemudik yang mengalami kendala di tengah perjalanan,” tutupnya.(kir/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 12 Maret 2026
27o
Kurs