Rabu, 18 Maret 2026

Pejabat Tinggi AS Mundur, Sebut Konflik Iran Dipicu Tekanan Israel

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Joe Kent mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat. Foto: The New York Times

Joe Kent Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (17/3/2026) waktu setempat.

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penolakan terhadap keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Dalam surat pengunduran diri yang ia unggah melalui platform X, Kent menegaskan sikapnya yang tidak sejalan dengan kebijakan perang tersebut.

“Dengan hati nurani yang bersih, saya tidak dapat mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent.

Dilansir dari Anadolu, ia berpendapat bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat. Kent juga menuding bahwa eskalasi konflik lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan dari Israel serta kelompok lobi di dalam negeri AS.

Sebagai seorang veteran militer yang mengaku telah menjalani sebelas kali penugasan tempur, Kent turut menyinggung pengalaman pribadinya. Ia menyebut dirinya sebagai “suami Bintang Emas”, merujuk pada istrinya yang gugur dalam perang sebelumnya.

“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam konflik yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika dan tidak sebanding dengan pengorbanan nyawa,” ujarnya.

Lebih jauh, Kent mengkritik sejumlah pejabat Israel dan tokoh media Amerika yang dinilainya mendorong narasi pro-perang. Ia bahkan membandingkan situasi saat ini dengan invasi Irak di masa lalu.

“Pada awal pemerintahan ini, para pejabat tinggi Israel dan figur berpengaruh di media Amerika melancarkan kampanye disinformasi yang merusak platform ‘America First’ dan mendorong perang dengan Iran,” tulisnya.

“Ini adalah taktik lama yang pernah digunakan untuk menyeret Amerika ke dalam perang Irak yang berujung pada bencana dan menelan ribuan korban jiwa. Kesalahan itu tidak boleh terulang,” lanjut Kent.

Dalam suratnya, Kent juga secara langsung meminta Donald Trump Presiden AS untuk mengubah arah kebijakan luar negeri.

“Anda dapat memilih untuk mengubah arah dan membuka jalan baru bagi bangsa ini, atau membiarkan kita semakin terjerumus dalam kekacauan. Keputusan ada di tangan Anda,” tulisnya.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, Trump menyatakan bahwa ia telah membaca surat Kent dan menilai keputusan itu sebagai hal yang tepat.

“Saya selalu berpikir dia lemah dalam hal keamanan. Ketika saya membaca pernyataannya, saya menyadari bahwa ini adalah hal yang baik dia keluar,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump juga menegaskan bahwa Iran tetap menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat. “Setiap negara memahami besarnya ancaman yang ditimbulkan Iran,” katanya.

Sementara itu, Gedung Putih melalui Karoline Leavitt juru bicara membantah keras pernyataan Kent. Ia menyebut klaim tersebut tidak berdasar dan menyesatkan.

“Presiden Trump memutuskan bahwa operasi bersama dengan Israel akan secara signifikan mengurangi risiko terhadap warga Amerika serta menghadapi ancaman nyata terhadap kepentingan keamanan nasional,” ujarnya.

Leavitt juga menegaskan bahwa kewenangan menentukan ancaman berada di tangan presiden sebagai panglima tertinggi, sesuai mandat konstitusi dan kepercayaan publik.

Ia turut menolak anggapan bahwa Israel menekan AS untuk berperang. “Pernyataan tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga menghina dan menggelikan,” tegasnya. (vve/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 18 Maret 2026
28o
Kurs