Rabu, 18 Maret 2026

H-3 Idulfitri, 25.630 Orang Berangkat Mudik lewat Pelabuhan Tanjung Perak

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Suasana penumpang turun di Terminal Penumpang Jamrud Selatan, Tanjung Perak Surabaya. Nampak ribuan penumpang baru saja turun untuk menuju ke pintu keluar. Foto: Wildan suarasurabaya.net

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mencatat ada sebanyak 25.630 orang melakukan perjalanan lewat Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada periode mudik Lebaran Idulfitri 2026.

Data operasional tersebut, diambil dari laporan harian periode mudik Lebaran Idulfitri yang dicatat Pelindo mulai dari Sabtu (7/3/2026) hingga Rabu (18/3/2026) atau H-3 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Sementara, total penumpang yang turun atau tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mencapai 79.934 orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penumpang yang berangkat.

Sedangkan jumlah penumpang yang melanjutkan perjalanan (transit) tercatat sebanyak 3.614 orang.

Tingginya angka kedatangan itu menunjukkan arus mudik melalui jalur laut mulai didominasi pergerakan masyarakat yang kembali ke daerah asal.

Lebih lanjut, untuk aktivitas bongkar tercatat mencapai 12.860 unit, sedangkan total muat sebanyak 8.939 unit. Hal tersebut menunjukkan distribusi logistik menjelang Lebaran turut mengalami kenaikan.

Pergerakan kapal di pelabuhan didominasi oleh rute-rute populer seperti Surabaya menuju Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, hingga wilayah Indonesia timur lainnya.

Sejumlah operator pelayaran seperti Dharma Lautan Utama, Pelni, hingga DLN turut berperan dalam melayani lonjakan penumpang tersebut.

Ana Adiliya General Manager Cabang Kalimas dan GSN Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa mengatakan, dalam periode mudik Lebaran Idulfitri tahun ini, terdapat 39 armada angkutan laut.

“Di antara 39 unit itu, ada 11 kapal penumpang, kemudian 27 kapal Kapal RoRo (Roll-On Roll-Off) dan satu kapal perintis,” katanya.

Selama periode mudik Lebaran Idulfitri, pihaknya sebelumnya juga sudah memastikan kesiapan secara menyeluruh, mulai dari tambatan kapal, bangunan terminal, ruang tunggu, ruang prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta berbagai fasilitas penunjang seperti troli.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Surabaya.

“Cuaca ekstrem memang terjadi di Surabaya akhir-akhir ini juga ada angin yang cukup kencang. Jadi, kami mengantisipasi, kami menambah jumlah kapasitas untuk ruang tunggu sementara,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan penumpang apabila terjadi keterlambatan keberangkatan kapal.

“Jadi, ketika ada kapal yang terjadi delay atau keterlambatan, penumpang ini masih tetap nyaman untuk menunggu,” pungkasnya.(ris/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 18 Maret 2026
27o
Kurs