Kamis, 19 Maret 2026

Dokter Imbau Pemudik Jaga Asupan Cairan Tubuh saat Mudik

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Antrian pemudik yang memasuki sebuah bus di Terminal Purabaya Bungurasih, Rabu (18/3/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Radhiya Dhifanjanu dokter dari Puskesmas Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga asupan cairan tubuh, mengingat musim mudik kali ini Indonesia sedang memasuki musim kemarau.

Selain mencegah dehidrasi, menjaga asupan cairan tubuh juga menekan risiko heat stroke atau peningkatan suhu tubuh drastis, selama mudik ke kampung halaman.

“Untuk pemudik sebaiknya cek kesehatan dulu dan pastikan tubuh dalam kondisi fit. Selain itu jaga hidrasi. Meskipun sedang puasa, setelah berbuka tetap harus minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi, apalagi sekarang cuaca sedang panas, jadi ada risiko seperti heat stroke (peningkatan suhu tubuh drastis),” kata Radhiya, melansir Antara, Kamis (19/3/2026).

Radhiya mengimbau, para pemudik yang akan pulang ke kampung halaman dengan menempuh perjalanan jauh, agar bisa beristirahat yang cukup.

“Jangan begadang. Pastikan istirahatkan cukup, terlebih jika harus berkendara jauh,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Radhiya juga berpesan agar masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis untuk minum obat secara rutin dan membawa obat ke kampung halaman.

Sementara itu, Ani Ruspitawati Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menerangkan, cuaca panas dapat mempengaruhi kesehatan seperti kekurangan cairan (dehidrasi), kelelahan (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heatstroke).

“Paparan dari cuaca panas yang tinggi juga bisa memicu pusing, kram otot, gangguan kardiovaskular, pernapasan dan bisa juga terjadi iritasi kulit,” ucap Ani.

Kelompok rentan yakni pekerja lapangan, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia (lansia) yang berisiko tinggi mengalami dampak kesehatan akibat cuaca panas.

Untuk antisipasi secara umum, katanya, diimbau mengonsumsi air putih serta menghindari makanan dengan kandungan garam tinggi seperti kopi dan teh.

Kemudian, diimbau menggunakan topi dan payung di luar ruangan serta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat siang hari, terutama bagi kelompok rentan.(ant/kir/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 19 Maret 2026
31o
Kurs