Selasa, 24 Maret 2026

Studi: Olahraga Pagi Turunkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi wanita yang sedang berlari di area taman. Foto: Runnersworld

Studi mengungkap bahwa kebiasaan berolahraga pada pagi hari berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, obesitas, hingga penyakit jantung.

Mengutip laporan Everyday Health, penelitian yang melibatkan hampir 15.000 orang dewasa ini menganalisis data detak jantung per menit untuk menilai pola aktivitas fisik dan dampaknya terhadap kesehatan.

Hasilnya menunjukkan, individu yang rutin berolahraga di pagi hari memiliki risiko obesitas 35 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang berolahraga pada siang hari.

Tak hanya itu, kelompok ini juga tercatat memiliki kemungkinan 31 persen lebih rendah mengalami penyakit arteri koroner dan 30 persen lebih kecil berisiko terkena diabetes tipe 2.

Jika dibandingkan dengan mereka yang berolahraga di siang hari, pelaku olahraga pagi juga memiliki risiko 21 persen lebih rendah mengalami kolesterol tinggi dan 18 persen lebih kecil terkena tekanan darah tinggi.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa waktu optimal untuk berolahraga berada di kisaran pukul 07.00 hingga 08.00 pagi, di mana risiko penyakit arteri koroner tercatat paling rendah.

Prashant Rao penulis utama studi sekaligus kardiolog olahraga menegaskan bahwa waktu berolahraga memiliki peran penting.

“Studi ini menunjukkan bahwa waktu berolahraga mungkin sama pentingnya dengan durasi atau jumlah olahraga yang dilakukan,” ujar Rao.

Pendapat senada disampaikan oleh Aubrey Grant kardiolog olahraga dari MedStar Health di Washington DC yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. Ia menjelaskan bahwa olahraga pagi selaras dengan ritme sirkadian tubuh.

“Kadar hormon kortisol mencapai puncaknya di pagi hari, yang membantu mempersiapkan tubuh untuk aktivitas fisik dan berpotensi meningkatkan efisiensi metabolisme,” jelasnya.

Sementara itu, Alex Rothstein, EdD, asisten profesor ilmu olahraga di New York Institute of Technology, menilai bahwa faktor gaya hidup juga berperan dalam temuan ini.

“Orang yang berolahraga lebih pagi cenderung memiliki rutinitas yang lebih konsisten dan lebih sedikit hambatan untuk berolahraga,” kata Rothstein. (ant/saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 24 Maret 2026
26o
Kurs