Rabu, 25 Maret 2026

Pakar UI: Dinas Luar Negeri Presiden Harus Ada Dampaknya buat Masyarakat

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Foto: Antara

Ibrahim Kholilul Rohman Pakar Pembangunan Universitas Indonesia (UI) menyatakan, hasil perjalanan dinas luar negeri Prabowo Subianto Presiden perlu diawasi.

Dosen Pascasarjana bidang Pembangunan Berkelanjutan UI tersebut menilai, hal itu penting untuk melihat apakah kunjungan Presiden memiliki dampak langsung kepada masyarakat dan perekonomian.

“Setiap kunjungan itu ada hasilnya, ada tangible output dan itu mungkin harus diawasi bersama. Maksudnya kita bersama harus melihat itu. Jangan sampai kemudian kunjungan-kunjungan itu menjadi aktif, yang tidak memberikan dampak yang jelas,” ujar Ibrahim kepada suarasurabaya.net, Rabu (25/3/2026).

Ibrahim menjelaskan, saat ini kondisi perekonomian global tidak pasti. Di mana langkah-langkah nyata dan membangun hubungan diplomasi jadi penting.

“Faktanya sekarang kita itu berada pada kondisi yang non rule base, tidak berada pada pakemnya. Jadi kalau ada pakem nya. Kalau kemarin ada perang dagang. Itu WTO (World Trade Organization) bisa menengahi. Faktanya, dia tidak bisa menengahi. Ada perang di mana-mana apakah PBB bisa menengahi? Enggak juga. Jadi kita berada pada kondisi yang tidak rule base,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ibrahim melihat urgensi Prabowo, yang intensif melakukan kunjungan ke luar negeri adalah untuk mengenalkan Danantara.

“Pembentukan Danantara is new thing, dan itu butuh meyakinkan ke orang. Sesuatu yang baru itu enggak bisa kita cuman teriak-teriak di Indonesia. Kita mesti datangin memang. Ini kita tuh ada program apa sih? Kenapa sih ada Danantara dan sebagainya,” imbuhnya.

Kalau soal negara mana yang punya prospek untuk mengembangkan ekonomi indonesia, dia bilang perlu dilihat dan didatangi langsung.

“Kalau rule base itu Kalau zaman 10 tahun, 20 tahun yang lalu, yang punya duit Eropa, Amerika dan Cina. Slightly Jepang. Sekarang ya harus didatangi satu-satu. Mereka akan jagain duitnya sendiri. Amerika apalagi utang mereka lagi banyak banget. China juga sebenarnya tidak berada pada tingkat ekonomi seperti 10 atau 20 tahun yang lalu yang pertumbuhan ekonomi bisa 10-15 persen,” tegas Ibrahim.

Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden RI mengklaim alasannya sering melakukan perjalanan dinas ke luar negeri untuk menjaga ekonomi masyarakat Indonesia.

“Makanya setiap Presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja,” kata Prabowo. (lea/ris/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 25 Maret 2026
25o
Kurs