Minggu, 10 Mei 2026

Polri Ungkap Peran 320 WNA dalam Kasus Judi Online Internasional di Jakarta

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Dua orang warga negara asing (WNA) terlibat kasus perjudian online jaringan internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, turun dari mini bus menuju Gedung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jakarta pada Minggu (10/5/2026). Foto: Antara

Polri mengungkap peran sementara ratusan warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam kasus judi online jaringan internasional di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta.

Dari hasil penyelidikan awal, para pelaku diduga memiliki tugas berbeda-beda dalam menjalankan operasional perjudian daring tersebut.

Brigjen Pol. Wira Satya Triputra Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri mengatakan, sebagian WNA yang diamankan berperan sebagai telemarketing, customer service, admin, hingga penampung aktivitas perjudian online.

“Ada macam-macam. Ada yang telemarketing, customer service, ada juga yang bagian admin, termasuk yang menampung,” ujar Wira di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Meski demikian, Polri menegaskan penyelidikan masih terus berkembang. Aparat saat ini masih mendalami struktur jaringan, alur kerja, hingga kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam operasi judi daring internasional tersebut.

“Kami akan tetap melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus ini. Jadi, tidak berhenti sampai di sini,” katanya dilansir dari Antara.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/5/2026), Polri melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap praktik judi online internasional dan menangkap total 321 orang di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta.

Sehari setelahnya, kepolisian mengungkap bahwa 320 orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Para WNA tersebut kemudian dititipkan penahanannya ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan data kepolisian, mayoritas pelaku berasal dari Vietnam dengan jumlah 228 orang. Selain itu terdapat 57 warga negara China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Tailan, tiga warga Malaysia, dan tiga warga Kamboja.

Sementara satu orang lainnya merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri. (ant/mar/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 10 Mei 2026
29o
Kurs