Amerika Serikat mengusir Saadat Aghajani Wakil Duta Besar Iran untuk PBB pada Desember dengan alasan keamanan nasional. Laporan Axios pada Jumat (3/4/2026) menyebut Aghajani diminta meninggalkan AS pada awal Desember setelah Departemen Luar Negeri AS mengirimkan pemberitahuan resmi kepada misi Iran di PBB di New York.
Langkah itu ditempuh melalui prosedur Section 13, yakni mekanisme internal yang digunakan untuk mengatur kepergian diplomat tanpa secara resmi menetapkannya sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan. Prosedur tersebut umumnya dipakai dalam perkara yang berkaitan dengan kekhawatiran keamanan nasional atau aktivitas yang dinilai tidak sejalan dengan status diplomatik, meski tidak ada tuduhan spesifik terhadap Aghajani yang dipublikasikan.
Axios juga melaporkan sedikitnya dua diplomat Iran lain telah diusir dalam rentang dua bulan sebelum Aghajani meninggalkan AS. Pada September, otoritas AS lebih dulu membatasi ruang gerak diplomat Iran hanya dalam radius 25 mil atau sekitar 40 kilometer dari Manhattan. Setidaknya satu diplomat yang diusir disebut beberapa kali melanggar pembatasan itu.
Tak hanya Aghajani, seorang pejabat AS mengatakan anak-anak diplomat tersebut yang tetap berada di New York setelah kepergiannya juga diminta meninggalkan negara itu pada Februari. Langkah ini disebut menjadi salah satu dari sedikitnya tiga pengusiran diplomat Iran di New York dalam enam bulan terakhir, meski saat itu tidak diumumkan ke publik.
“Kami bisa konfirmasikan bahwa AS menyampaikan Nota Verbal pada 4 Desember terkait status personel Iran tertentu di PBB. Demi alasan privasi dan keamanan, kami tak berkomentar mengenai detail tindakan terhadap personel diplomatik,” kata pejabat Deplu AS.
Pejabat itu menambahkan, keputusan tersebut diambil jauh sebelum gelombang aksi protes melanda Iran dan tidak berkaitan dengan peristiwa tersebut.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
