Minggu, 5 April 2026

Dinkes Surabaya Selidiki Keracunan Massal di Sidodadi, Diduga Terkait Distribusi Makanan

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Tim BPBD Surabaya saat mengevakuasi sejumlah warga yang diduga mengalami keracunan, Sabtu (4/4/2026). Foto: BPBD Surabaya

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya belum bisa memastikan penyebab insiden keracunan yang menimpa puluhan warga Sidokapasan X, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026).

Menurut Dokter Billy Daniel Messakh Kadinkes Surabaya, pihaknya belum bisa memastikan kandungan apa yang ada di dalam nasi berkat untuk peringatan tujuh harian itu, hingga membuat puluhan warga keracunan.

“Karena tidak ada sampel makanan yang bisa diperiksa, kami belum bisa memastikan. Yang kami tahu hanya menu yang disiapkan itu ada nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng dan acar,” katanya pada Minggu (5/5/2026).

Meski begitu, dari keterangan warga yang dihimpun, Dinkes Surabaya menyoroti proses pembagian porsi makanan yang diduga dilakukan tanpa alat pelindung diri.

“Dari proses pembagian porsi, itu ada tiga orang. Nah, itu dikemas di wadah kardus. Jadi, yang menjamah makanan itu petugasnya tidak menggunakan pelindung diri,” tambahnya.

BACA JUGA: Puluhan Warga di Sidodadi Surabaya Diduga Keracunan Nasi Berkat

BACA JUGA: Polisi Masih Selidiki Dugaan Keracunan yang Dialami Puluhan Warga Sidodadi Surabaya

Billy menambahkan, saat ini kondisi warga yang mengalami indikasi keracunan seperti, mual, muntqh, diare, dan badan lemas itu, sudah berangsur stabil.

Dalam catatannya, ada sekitar 21 orang yang memgalami indikasi keracunan. Dari 21 orang, 17 di antaranya menjalani rawat jalan, sedangkan empat orang sempat dirawat di rumah sakit.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga di Sidodadi diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari acara tahlilan tujuh harian warga yang meninggal.

Arif Ketua RT07 RW01 Sidodadi, mengatakan insiden itu bermula dari kegiatan tahlilan yang digelar pada Selasa (31/3/2026) lalu.

Warga yang hadir lalu membawa pulang nasi berkat atau nasi kotak. Kemudian pada hari berikutnya, Rabu (1/4/2026), sejumlah warga mulai merasakan gejala seperti lemas.

Insiden itu baru disadari meluas pada Jumat (3/4/2026) setelah puluhan orang merasakan gejala yang sama.

“Tahunya itu Jumat siang, tapi masih ada 1-2 orang saja. Akhirnya malam selesai keluar, baru kaget banyak orang yang sudah kena (keracunan),” ujarnya.

Arif menyebut, warga yang mengalami keracunan adalah mereka yang mengonsumsi nasi berkat yang dibawa pulang. Sementara warga yang makan langsung di lokasi, tidak mengalami keluhan.(kir/saf/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Minggu, 5 April 2026
28o
Kurs