Senin, 6 April 2026

Kemenko PMK Minta Kebijakan Pembangunan Daerah Berbasis Data Ekonomi Sesuai Usia Penduduk

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Pratikno Menko PMK Dialog "Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi: Arah Baru Demografi" di Gedung Bappenas, Senin (6/3/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meminta Pemerintah Daerah menggunakan National Transfer Accounts (NTA) untuk menentukan arah kebijakan daerah.

Pratikno Menko PMK mengatakan pembangunan daerah harus sesuai kondisi dan berdasarkan data, tidak menggunakan perasaan.

“Bukan hanya pusat, tetapi juga pejabat di daerah agar membuat perencanaan pembangunan berbasis NTA, karena bisa jadi situasi daerah tidak sama dengan average nasional. Indonesia sangat beragam dan sangat berisiko untuk dibuat seragam,” ujar Pratikno dalam Dialog “Menuju Kesejahteraan Antar-Generasi: Arah Baru Demografi” di Gedung Bappenas, Senin (6/3/2026).

National Transfer Accounts (NTA) adalah neraca yang lengkap, sistematis, dan koheren, yang menjelaskan bagaimana distribusi arus ekonomi dalam dan antar kelompok umur di suatu negara. NTA memberikan gambaran mengenai arus perekonomian menurut kelompok umur.

Tujuan memperoleh gambaran tentang aktivitas ekonomi dan aktivitas harian per anggota rumah tangga:

1. Pendapatan upah gaji dan surplus usaha individu menurut umur
2. Konsumsi individu menurut umur
3. Pendapatan kepemilikan individu menurut umur.
4. Transfer individu menurut umur.
5. Transfer di dalam rumah tangga menurut umur.
6. Aktivitas harian anggota rumah tangga.

Penerapan ini dianggap penting untuk membangun keadilan antargenerasi dan berefek jangka panjang.

“Ini bukan hanya penting untuk pusat, tetapi juga sangat penting untuk daerah, baik untuk menghasilkan keputusan berbasis data bukan hanya feeling, kemudian membangun keadilan antargenerasi merencanakan jangka panjang dan juga efisiensi anggaran. Karena kita pasti dihadapkan kepada keterbatasan anggaran,” imbuhnya.

Pratikno menilai, kebutuhan dan kondisi disetiap daerah berbeda. Begitu juga dengan rata-rata usia penduduknya, yang akan mempengaruhi program di Pemerintah Daerah.

“Misalnya saja di daerah tertentu mungkin akan lebih banyak fokus kepada pendidikan anak anak dan seterusnya, tapi di daerah yang lain bisa jadi akan lebih fokus kepada penyiapan klinik lansia, rumah sakit dan lain-lain, bansos untuk orang tua dan lain-lain,” pungkasnya.

Jumlah penduduk Indonesia pada 31 Desember 2025 tercatat mencapai 288.315.089 jiwa. Sedangkan penduduk Indonesia terdiri dari 145.498.082 penduduk laki-laki dan 142.816.997 penduduk perempuan. Di mana penduduk usia produktif berusia 15–64 tahun mencapai 199 juta jiwa atau 69,03 persen dari total penduduk.(lea/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Senin, 6 April 2026
29o
Kurs