Selasa, 7 April 2026

IHSG Diprediksi Bergerak Sideways Sejalan dengan Sentimen Domestik dan Mancanegara

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). Foto: Antara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/4/2026) diprediksi bergerak sideways (mendatar) didorong oleh sentimen dari domestik dan mancanegara.

Selasa pagi ini, IHSG dibuka menguat 11,85 poin poin atau 0,17 persen ke posisi 7.001,28. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 707,35.

“Kiwoom Research mengajak para investor untuk berpikir rasional, menetapkan level previous low 6.920 sebagai support terdekat yang dirasa masih cukup mumpuni untuk saat ini. Namun, tingkat spekulasi masih tinggi dan saran wait and see lebih banyak dilakukan,” ujar Liza Camelia Suryanata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Selasa (7/4/2026).

Melansir Antara, dari sisi dalam negeri, status FTSE Russel per Februari 2026 mempertahankan Indonesia sebagai secondary emerging market, tanpa downgrade meski sebelumnya sempat dikhawatirkan pasar.

Review Maret 2026 sempat mengalami penundaan oleh FTSE Russell karena isu transparansi kepemilikan dan free float, bahkan disertai pembekuan perubahan indeks. Sementara itu, country review pada 7 April 2026 merupakan evaluasi klasifikasi yang dampaknya lebih memengaruhi sentimen pasar, bukan pada perubahan komposisi indeks.

Kendati demikian, kemungkinan mengenai penilaian FTSE Russel cukup besar, menyusul implementasi reformasi yang sudah dijalankan, seperti pembukaan data kepemilikan di atas 1 persen, publikasi daftar high shareholding concentration, serta kenaikan minimum free float menjadi 15 persen melalui revisi Peraturan Bursa I-A efektif 31 Maret 2026.

Berikutnya, pelaku pasar akan menantikan pengumuman hasil review bobot indeks Indonesia oleh MSCI untuk Mei 2026, yang akan tetap mempertahankan di emerging market atau menurunkan ke frontier market.

Sementara itu, harga avtur di Indonesia mengalami kenaikan hingga 72,45 persen month to month (mtm) pada April 2026, dengan kenaikan terjadi di seluruh bandara utama seperti CGK, SUB, DPS, KNO, serta UPG.

Sebagai contoh, harga di CGK meningkat dari Rp13.656 per kiloliter (KL) menjadi Rp23.551 per KL, sementara di DPS dari Rp15.448 per KL menjadi Rp25.343 per KL pada periode

Lalu dari sisi mancanegara, sentimen pasar masih dipicu dinamika konflik di Kawasan Teluk yang terhitung sekarang memasuki pekan ke enam, walaupun kini fokus utama penyelesaiannya ada pada upaya diplomatik, tetapi belum membuahkan hasil.

Seperti diketahui, AS dan Iran telah menerima kerangka proposal “Islamabad Accord” mengenai gencatan senjata yang disusun oleh Pakistan, Mesir, dan Turki melalui jalur komunikasi intensif, termasuk keterlibatan langsung pejabat tinggi seperti JD Vance Wakil Presiden AS dan Abbas Araqchi Menteri Luar Negeri Iran.

Proposal tersebut berisi skema dua tahap, yaitu gencatan senjata segera dengan pembukaan Selat Hormuz, diikuti negosiasi lanjutan selama 15-20 hari menuju kesepakatan permanen, termasuk isu nuklir, pencabutan sanksi, serta pelepasan aset beku Iran.

Akan tetapi, Iran menolak proposal itu seraya mengajukan tuntutan penghentian perang secara permanen termasuk jaminan keamanan kawasan, kompensasi kerusakan, serta pengaturan baru atas Selat Hormuz.

Tak sampai situ saja, upaya gencatan senjata 45 hari ternyata juga dibahas, tetapi belum menghasilkan hasil juga. Hal inilah yang menandakan kesenjangan posisi yang masih lebar antara kedua pihak.

Sebagai informasi, pada perdagangan Senin (6/4/2026) kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,70 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,69 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,56 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,24 persen.

Lalu untuk bursa AS Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin (06/04), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,36 persen ke 46.669,88, indeks S&P 500 menguat 0,44 persen ke 6.611,83, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,61 persen ke 24.192,17.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 26,28 poin atau 0,12 persen ke 53.251,00, indeks Shanghai menguat 16,62 poin atau 0,43 persen ke 3.896,72, indeks Hang Seng melemah 177,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53, dan indeks Strait Times melemah 0,60 poin atau 0,01 persen ke 4.971,80.(ant/mar/lta/faz)

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Selasa, 7 April 2026
32o
Kurs