Kamis, 9 April 2026

Pemerintah Belum Putuskan Penarikan Pasukan TNI dari UNIFIL, Tunggu Hasil Evaluasi

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Upacara penyambutan jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas di Lebanon, dilaksanakan di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026) malam. Foto: Antara

Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan mengenai penarikan personel TNI yang tergabung Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

“Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan, itu belum ya. Tapi bahwa dengan adanya kejadian yang kemarin tentu kami pemerintah harus melakukan koordinasi,” ujar Prasetyo, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebutkan, pemerintah intensif melakukan koordinasi dan evaluasi melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengenai insiden yang menimpa prajurit TNI di Lebanon.

Menurutnya, penarikan pasukan masih bergantung pada hasil evaluasi yang sekarang sedang berlangsung, termasuk kemajuan situasi di lapangan.

Evaluasi yang dilakukan termasuk pada koordinasi yang dikomunikasikan perwakilan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga merupakan bagian dari penilaian terhadap misi perdamaian itu.

“Apa yang kita minta yang disampaikan perwakilan kita di PBB juga itu bagian dari dari evaluasi,” ucapnya.

Prasetyo menegaskan pemerintah akan menunggu hasil evaluasi secara menyeluruh sebelum akhirnya memutuskan langkah berikutnya tentang kelanjutan penugasan pasukan.

“Ya kita lihat dulu hasilnya kan,” tutur Prasetyo, seperti dilansir dari Antara.

Sejalan dengan itu, Kemlu RI menyebutkan perubahan yang terkait dengan partisipasi TNI dalam UNIFIL perlu dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang, sehingga penarikan tidak dapat dilakukan begitu saja.

Yvonne Mewengkang Juru Bicara Kemlu RI mengatakan partisipasi Indonesia di UNIFIL merupakan bagian dari komitmen internasional negara untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

“Sehingga, berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk soal usulan penarikan, perlu melalui pertimbangan yang sangat-sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, dan kontribusi RI terhadap stabilitas kawasan,” ungkap Yvonne dalam taklimat media di Jakarta.

Ia menerangkan bahwa misi yang dibawa UNIFIL adalah mandat langsung dari Dewan Keamanan PBB serta pelaksanaannya yang dilakukan di bawah koordinasi sekretariat PBB.

Indonesia dengan negara-negara kontributor lain di UNIFIL rutin berkoordinasi erat dengan PBB termasuk mendapat informasi terbaru tentang keamanan dan keselamatan pasukan di lapangan.

Oleh karena itu, perubahan apapun mengenai partisipasi personel di UNIFIL harus dilakukan dengan pertimbangan matang serta berdasar pada situasi lapangan.

Hingga saat ini, sebanyak tiga prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel, sementara delapan orang terluka dalam tiga serangan terpisah.(ant/vve/kir/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 9 April 2026
28o
Kurs