Jumat, 10 April 2026

KemenPPPA Kawal Proses Hukum Peluru Nyasar yang Lukai Dua Anak di Gresik

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Indra Gunawan Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA. Foto: Antara

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus mengawal perkembangan proses hukum yang ditangani Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut V terkait insiden dugaan peluru nyasar yang menyebabkan dua anak terluka di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik terkait monitoring perkembangan proses hukum yang berjalan di Pom Kodaeral V,” kata Indra Gunawan Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Jumat (10/4/2026).

KemenPPA meminta agar proses hukum berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” katanya.

Melansir dari Antara, hingga kini UPT PPA Gresik intens melakukan koordinasi dengan keluarga korban, memantau keadaan dua korban, dan mengagendakan konseling psikososial lanjutan untuk korban.

“Kondisi fisik kedua korban masih dalam masa pemulihan pasca operasi pengambilan peluru dan pemasangan pen, namun kondisi mental belum dapat dinilai secara komprehensif sehingga memerlukan asesmen lanjutan,” ujar Indra Gunawan.

Sebagai informasi, insiden dugaan peluru nyasar terjadi saat murid-murid di SMPN 33 Gresik, Jawa Timur sedang mengikuti kegiatan sosialisasi di sekolah tersebut, pada Rabu (17/12/2025). Sementara sekitar 2,3 kilometer dari sekolah korban, terdapat lapangan tembak TNI AL yang ketika itu sedang ada latihan menembak rutin.

Ada dua anak yang menjadi korban peluru nyasar, yakni inisial DF (14) dan RO (15). Saat itu juga, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menjalani perawatan intensif.

Dari hasil rontgen, ditemukan peluru bersarang di tangan kiri DF dan di punggung kanan RO.

Korban DF dan RO selanjutnya menjalani operasi besar untuk pengambilan peluru. DF mengalami patah tulang di telapak tangan kirinya dan dipasang pen.(ant/mar/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 10 April 2026
27o
Kurs