Driver Taxi online yang ditabrak mobil lain saat sedang mengganti ban di bahu jalan Pakuwon Indah Lontar Barat, tepatnya belakang Pakuwon Mall, Sabtu (11/4/2026) siang kemarin, dikabarkan meninggal dunia.
Hal itu disampaikan sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya pada, Minggu (12/4/2026). Korban inisial S meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit National Hospital, Kecamatan Wiyung depan Universitas Negeri Surabaya.
“Siang, menanggapin pengemudi online yang ganti ban tertabrak kemarin diinfokan dari teman teman grub, beliau meninggal dunia. Kejadian yag di PTC kemarin,” ujar Indra Kusuma salah satu Pendengar Radio Suara Surabaya yang juga anggota komunitas GRAB Sahabat Rental lewat pesan tertulis, Minggu.
Meski demikian, kepolisian dalam hal ini Polsek Lakarsantri belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar meninggalnya korban.
BACA JUGA: Driver Taksi Online Ditabrak Mobil Lain Saat Ganti Ban di Lontar Surabaya
Sebelumnya, S yang tengah ngeban di belakang Pakuwon Mall ditabrak mobil lain, tepatnya Jalan Pakuwon Indah Lontar Barat, Sabtu (11/4/2026) siang.
Sejumlah laporan yang diterima Radio Suara Surabaya Sabtu kemarin menyebutkan, kejadian sekitar pukul 12.45 WIB. Dalam video yang dikirimkan, terlihat korban yang tertabrak, tergeletak di belakang mobil HRV putih milik penabrak.
“Kecelakaan di Jalan Pakuwon Indah belakang Pakuwon Mall, korbannya tergeletak,” kata Andreas salah satu pendengar Radio Suara Surabaya lewat video yang dikirimkannya Sabtu siang kemarin.
Sementara Aiptu Suparman Piket Pawas Polsek Lakarsantri saat dihubungi mengatakan, kecelakaan bermula saat korban inisial S yang merupakan driver taxi online sedang mengganti ban depan kanan mobil Calya hitam Nopol L 1075 ADK miliknya, di bahu jalan mengarah ke utara (arah Lontar).
Saat ngeban itulah, muncul mobil CRV putih nopol L 1036 BT yang dikemudikan R tiba-tiba banting setir kekiri. “Banting setir ke kiri, mengenai pak S yang mengganti ban, jadi ditabrak langsung gitu,” ujar Aiptu Suparman saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu.
Setelahnya korban tergeletak, sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit National Hospital, Kecamatan Wiyung depan Universitas Negeri Surabaya.
“Dilakukan perawatan, menunggu operasi. Untuk keterangan sementara (korban) belum sadar, masih di IGD,” bebernya.
Sementara saat ditanya soal kenapa R tiba-tiba menabrak S yang ngeban itu, Aiptu Suparman mengatakan kalau pengemudi HRV itu mengaku tidak fokus. “Kebetulan pak R ini punya penyakit di kepala, jadi agak mbliyur (pusing) kurang konsentrasi gitu,” bebernya.
Suparman menambahkan, driver mobil HRV usai kecelakaan kemarin juga berada di National Hospital untuk mendampingi korban. Saat ini kepolisian masih menunggu komunikasi antara keluarga korban dan pihak penabrak untuk menentukan langkah lebih lanjut terkait kejadian ini. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
