Selasa, 14 April 2026

Inggris dan Prancis akan Jadi Tuan Rumah dalam Konferensi Pemulihan Navigasi di Selat Hormuz

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Prancis dan Inggris. Foto: istock

Inggris bersama Prancis akan menjadi tuan rumah konferensi yang melibatkan negara-negara yang bersedia berkontribusi dalam misi multinasional untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Emmanuel Macron Presiden Prancis melalui akun X miliknya menyampaikan bahwa langkah tersebut akan difokuskan pada pembentukan “misi multinasional damai” guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menegaskan, upaya tersebut bersifat semata-mata untuk pertahanan dan tidak terkait dengan pihak-pihak yang tengah terlibat dalam konflik.

Konferensi tersebut direncanakan akan digelar secepatnya setelah situasi memungkinkan.

Pengumuman ini disampaikan beberapa jam setelah Donald Trump Presiden AS mengatakan bahwa blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT (21.00 WIB) hari Senin.

Konferensi ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas antara Prancis dan Inggris untuk mendorong penyelesaian diplomatik terhadap konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Emmanuel Macron menegaskan pentingnya mengerahkan seluruh upaya guna mencapai penyelesaian yang cepat dan berkelanjutan melalui jalur diplomasi, serta menyerukan pembentukan kerangka kerja yang memungkinkan seluruh pihak di kawasan tersebut hidup dalam damai dan aman.

Ia menggarisbawahi bahwa solusi jangka panjang apa pun harus dapat mengatasi isu-isu utama, termasuk aktivitas nuklir dan rudal balistik Iran, tindakan regionalnya, dan kebutuhan mendesak untuk memulihkan “navigasi bebas dan tanpa hambatan” di Selat Hormuz.

Macron juga menegaskan pentingnya mulai menstabilkan Lebanon, seraya mengatakan bahwa negara itu harus kembali ke jalan perdamaian dengan tetap menghormati sepenuhnya kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Menegaskan kembali posisi Prancis, ia mengatakan negaranya siap untuk memainkan peran penuhnya dalam upaya diplomatik dan keamanan, seperti yang telah diupayakan sejak awal konflik.

Sementara itu, Keir Starmer Perdana Menteri Inggris menilai penutupan Selah Hormuz saat ini “sangat merugikan”.

“Penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung ini sangat merugikan. Memulihkan kelancaran angkutan laut global sangat penting untuk meringankan tekanan biaya hidup,” katanya di akun X miliknya, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan bahwa London telah mengumpulkan puluhan negara yang memiliki tujuan yang sama, yaitu memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Keir Starmer menegaskan kembali bahwa konferensi yang akan diadakan ini bertujuan untuk memajukan rencana multinasional yang terkoordinasi, independen, dan terpadu untuk melindungi pelayaran internasional setelah konflik mereda.(mar/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 14 April 2026
29o
Kurs