Gianni Infantino Presiden FIFA mengungkapkan keyakinannya terhadap partisipasi Iran di laga Piala Dunia 2026 di tengah konflik geopolitik antara negara tersebut dengan Amerika Serikat (AS), Rabu (15/4/2026).
Ia mengatakan, tim nasional Iran masih berkeinginan untuk melanjutkan permainan di lapangan sepak bola.
“Tentu saja Iran harus datang. Mereka mewakili rakyat mereka. Mereka telah lolos kualifikasi. Para pemain ingin bermain,” ujar Infantino di salah satu acara CNBC.
Infantino melanjutkan, dirinya sempat mengunjungi tim nasional Iran tak lama ini di kamp pelatihan di Antalya, Turki selatan.
Menurutnya, para pemain menyatakan bahwa mereka berkeinginan untuk melanjutkan kompetisi dan mewakili Iran ke turnamen sepak bola paling bergengsi.
“Olahraga seharusnya berada di luar politik,” ucapnya.
Dilansir dari Anadolu, Iran lolos ke pertandingan Piala Dunia tahun ini yang dimulai pada 11 Juni di AS, Kanada, dan Meksiko. Berdasarkan pembagian jadwal, timnas Iran akan berlaga pada 15 dan 21 Juni melawan Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, AS.
Iran sempat mengajukan permintaan kepada FIFA sebagai penyelenggara Piala Dunia 2026 untuk memindahkan pertandingan Iran ke tuan rumah lain yakni Meksiko, tetapi permintaan tersebut ditolak.
Menteri Olahraga Iran mengungkapkan bahwa negara tersebut tidak bisa berpartisipasi dalam keadaan apapun, menyusul kabar kematian Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran yang dibunuh oleh Israel dan AS melalui serangan udara pada 28 Februari.
“Rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami,” katanya.
Sementara itu, Donald Trump Presiden AS sempat menyebutkan bahwa timnas Iran tidak pantas hadir di Piala Dunia, demi keselamatan dan keamanan hidup pemainnya.
Di sisi lain, Infantino berharap ketegangan antara Iran dan AS akan segera mereda pada saat turnamen dimulai. (vve//kir/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
