Kamis, 16 April 2026

Dosen Unmuh Jember Kembangkan Sensor RFID Tanpa Baterai Sebagai Inovasi Pertanian Modern

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Dr.Eng Danang Kumara Hadi saat melakukan uji coba UHF RFID non-baterai untuk inovasi di sektor pertanian di Jepang. Foto: Antara

Dr.Eng Danang Kumara Hadi Dosen Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mengembangkan sensor Ultra-High Frequency Radio Frequency Identification (UHF RFID) non-baterai sebagai inovasi di sektor pertanian.

Ia menilai terobosan ini relevan untuk pengembangan Internet of Things (IoT) dan pertanian modern.

“Saya mencoba menghadirkan terobosan teknologi mutakhir yang sangat relevan bagi pengembangan Internet of Things (IoT) dan pertanian modern,” kata Danang di Jember, pada Kamis (16/4/2026) yang dilansir Antara.

Menurutnya, penelitian doktoralnya di Ibaraki University, Jepang, itu menghadirkan inovasi baru berupa integrasi fungsi sensor sekaligus pelacakan lokasi di dalam ruangan dalam satu sistem UHF RFID.

Jika teknologi RFID konvensional umumnya hanya digunakan untuk identifikasi barang dan membutuhkan baterai terpisah untuk fungsi sensor, inovasi yang dikembangkan memungkinkan satu perangkat kecil untuk melacak posisi sekaligus mendeteksi suhu dan kelembaban lingkungan tanpa baterai.

“Sistem itu bekerja hanya dengan memanfaatkan energi dari gelombang radio, sehingga lebih terintegrasi, sangat hemat energi, dan praktis tanpa perlu repot melakukan perawatan atau penggantian baterai,” tuturnya.

Danang mengatakan bahwa inovasi tersebut untuk diaplikasikan secara langsung di sektor riil, khususnya untuk sistem pergudangan pintar (smart warehouse) dan pertanian cerdas (smart agriculture). Di daerah dengan basis agrikultur seperti Jember, teknologi itu memiliki potensi besar.

“Sensor RFID tanpa baterai ini dapat disebar di greenhouse atau fasilitas pertanian dalam ruangan untuk memantau suhu dan kelembaban lahan,” ujarnya.

Pada sektor pascapanen, teknologi itu sangat vital untuk melacak posisi produk pertanian secara real-time di gudang logistik sekaligus memastikan bahwa kualitas produk tetap terjaga dalam standar rantai dingin (cold chain).

Ke depan, Danang berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil risetnya ke dalam Catur Dharma Perguruan Tinggi Unmuh Jember serta membangun kolaborasi riset dengan industri dan institusi global.

“Konsep smart farming, IoT, dan analitik data merupakan kebutuhan mendesak saat ini,” pungkasnya.(ant/ily/kir/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 16 April 2026
32o
Kurs