Kamis, 16 April 2026

Fiskal Jatim 2027 Diproyeksi Menguat, Infrastruktur Strategis Digenjot

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Mohammad Yasin Plt Kepala Bappeda Jawa Timur. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memproyeksi kondisi fiskal tahun 2027 mengalami peningkatan signifikan dan lebih kuat dibanding tahun sebelumnya.

Mohammad Yasin Plt. Kepala Bappeda Jatim menjelaskan, proyeksi awal pendapatan asli daerah (PAD) Jatim menunjukkan tren positif meski belum dihitung final.

“Fiskal, Jawa Timur dari sisi pendapatan kita ada peningkatan. Memang ini belum kita hitung betul tapi peningkatannya InsyaAllah kita signifikan,” ujar Yasin, Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, dari sisi anggaran belanja khususnya transfer dari pemerintah pusat, Yasin menyebut belum ada kepastian terkait nominalnya. Sehingga alokasi sementara disamakan dengan 2026 sebagai pagu indikatif.

Dengan rencana tersebut, APBD Jatim tahun 2027 diproyeksikan lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, Yasin menyatakan berbagai berbagai program prioritas, khususnya di sektor infrastruktur bakal digenjot pembangunannya.

“Memang dari belanja transfer sampai hari ini kita belum bisa dapat informasi, tapi sebagai ancer-ancernya belanja transfer 2027 kita menggunakan alokasi sama di 2026,” jelasnya.

Yasin menjelaskan berbagai proyek strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah akan segera dimulai pengerjaannya. Namun terdapat beberapa infrastruktur yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Ya infrastruktur yang besar tentunya yang kita ajukan di nasional butuh pembiayaan,” ucapnya.

Proyek itu antara lain pembangunan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang dikerjakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Masih ada beberapa spot yang belum dibebaskan itu nanti kita akan gotong-royong kabupaten/kota dengan provinsi,” ungkapnya.

Kemudian Fly Over Taman Pelangi di Kota Surabaya hingga proyek normalisasi Sungai Kali Lamong sebagai upaya mengantisipasi banjir tahunan di wilayah aliran Bengawan Solo.

Yasin menyebut proyek Kali Lamong ini diusulkan ke pemerintah pusat mengingat kebutuhan anggaran yang besar. “PU akan mengalokasikan ini sebagai antisipasi untuk banjir yang memang tahunan terjadi di Bengawan Solo,” jelasnya.

Selain infrastruktur, moda transportasi publik juga menjadi perhatian. Pemprov Jatim tengah fokus merealisasikan pengembangan angkutan massal berbasis rel listrik.

Proyek ini akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis mulai dari Surabaya hingga kawasan penyangga seperti Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

Skema pembiayaannya yang disiapkan Pemprov Jatim berasal dari pinjaman luar negeri, termasuk dukungan dari Jerman dan Inggris.

“Kemudian transportasi ini kita kembangkan di Gresik dengan Mojoketo dan nanti ITS sampai ke UNESA itu akan di-support dari pembiayaan yang dari Inggris,” tuturnya.(wld/bil/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 16 April 2026
29o
Kurs