Kejuaraan Jujitsu Piala Wali Kota Surabaya yang digelar di Glora Graha Hasta dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya, diikuti 354 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini jadi kesempatan para atlet mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Tjahja Hari Wibowo selaku Ketua Umum Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kota Surabaya mengatakan, kejuaraan ini dibuka dalam skala nasional sehingga peserta tidak hanya berasal dari Surabaya atau Jawa Timur.
“Untuk event Piala Wali Kota ini kami buka skalanya nasional. Peserta paling banyak dari Ponorogo, Malang, dan Kediri. Ada juga yang dari Bandung serta Blora,” ujar Tjahja.
Ia menjelaskan, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pemantauan kekuatan atlet dari daerah lain menjelang Porprov.
“Jadi ini juga ajang mencari bakat untuk kabupaten/kota persiapan Porprov, jadi bisa mengintip kekuatan lawan seperti apa, bisa jadi acuannya di sini,” kata Tjahja.

Tjahja berharap kejuaraan ini dapat mempererat silaturahmi antar atlet dan komunitas jujitsu, sekaligus menjadi langkah awal dalam mempersiapkan atlet Surabaya menghadapi Porprov 2027.
“Harapannya tentu silaturahmi tetap terjaga agar jujitsu tetap guyub. Tapi tujuan utamanya adalah Porprov 2027, di mana kita bisa melihat kekuatan lawan sekaligus berbenah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Kota Surabaya menargetkan perolehan 250 medali emas pada ajang Porprov mendatang, sehingga cabang olahraga jujitsu diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian tersebut.
“Target Surabaya adalah 250 medali emas secara keseluruhan, dan Jujitsu harus menyumbang banyak di sana,” ungkap Tjahja.
Sementara itu, Zuhroni Ketua Panitia kejuaraan menyebutkan, penyelenggaraan perdana cabang olahraga jujitsu dalam Piala Wali Kota Surabaya ini tercatat diikuti sebanyak 200 putra dan 154 putri yang ikut bertanding.
“Pesertanya alhamdulillah di tahun pertama ini ada sekitar 354 orang, terdiri dari 200 putra dan 154 putri. Total ada 37 klub atau dojo yang terdaftar, termasuk dari Bandung, Pangandaran, dan Blora,” jelasnya.
Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari kelompok umur di bawah 10 tahun (U-10), U-12, U-14, U-18, U-21, hingga kategori dewasa di atas 21 tahun. Hal tersebut memberikan kesempatan dan antusias yang tinggi bagi para atlet yang ingin berpartisipasi.
“Yang di TK itu sudah ikut kejuaraan yang U-10, sampai dengan U-21+, jadi secara antusias juga banyak.” ungkapnya
Meski persiapannya terbilang singkat, panitia tetap berupaya menyelenggarakan kejuaraan secara maksimal. Zuhroni mengungkapkan bahwa waktu persiapan hanya sekitar dua minggu setelah mendapat kepastian dari KONI.
“Persiapannya memang agak mepet, karena deadline dari KONI kurang lebih dua minggu. Tapi karena tim kepanitiaan sudah terbentuk sejak Piala KONI kemarin, kegiatan ini bisa tetap berjalan dengan lancar,” ungkapnya. (rzl/bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
