Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) mengeluarkan peringatan terbaru terkait meningkatnya ketegangan di perairan dekat Selat Hormuz.
Lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut meminta seluruh kapal yang melintas di kawasan itu untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil risiko tanpa jaminan keamanan yang memadai.
Juru bicara IMO menegaskan bahwa kondisi di wilayah tersebut masih belum stabil dan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran internasional.
“Situasinya masih terus bergejolak. Kapal-kapal harus ekstra waspada dan tidak mengambil risiko tanpa jaminan keamanan,” ujar juru bicara IMO dalam pernyataan resminya pada Senin (20/4/2026).
Dalam laporan yang dipublikasikan melalui situs resminya, IMO mencatat bahwa hingga 19 April 2026 telah terjadi 24 serangan terhadap kapal di wilayah perairan terdampak. Insiden tersebut juga menyebabkan sedikitnya 10 pelaut meninggal dunia.
Dilansir dari Antara pada Selasa (21/4/2026), Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional dan menjadi salah satu rute vital perdagangan energi dunia.
Ketegangan yang terjadi di kawasan ini menimbulkan kekhawatiran luas terhadap stabilitas rantai pasok global, terutama sektor minyak dan gas.
Sebagai badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran internasional, IMO menyerukan langkah deeskalasi dan penyelesaian melalui jalur diplomasi. (ant/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
