Senin, 20 April 2026

Harga Minyak Dunia Naik Tajam Imbas Ketegangan di Selat Hormuz

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Harga minyak mentah dunia naik. Foto: Anadolu

Harga minyak mentah dunia kembali meroket pada awal pekan setelah ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz meningkat serta stagnasi dalam putaran perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kenaikan harga terjadi pada perdagangan Senin (20/4/2026) waktu Indonesia, atau Minggu (19/4/2026) malam waktu New York, AS, di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan energi global dari salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei tercatat naik 8,76 persen menjadi sekitar 91,2 dolar AS per barel pada awal perdagangan.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak Juni melonjak ke level 97,5 dolar AS per barel, dari sebelumnya 90,38 dolar AS per barel.

Dilansir dari Antara, lonjakan harga ini dipicu oleh memburuknya situasi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman energi global yang kembali menjadi pusat ketegangan geopolitik.

Menurut laporan perusahaan analisis maritim berbasis London, sebanyak 35 kapal dilaporkan memutar balik dalam 36 jam terakhir setelah Iran kembali menerapkan kontrol ketat atas Selat Hormuz.

Ketegangan semakin meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan jalur tersebut pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Langkah ini muncul setelah sebelumnya pemerintah Iran sempat menyatakan membuka akses selat untuk kapal komersial selama periode gencatan senjata Lebanon–Israel.

Situasi geopolitik juga diperburuk oleh perkembangan diplomatik. Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa Iran menolak untuk berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan perdamaian dengan Amerika Serikat.

Kondisi ini langsung berdampak ke pasar keuangan global. Indeks saham berjangka Amerika Serikat dilaporkan melemah pada Minggu malam, sementara harga logam mulia juga mengalami tekanan.

Sebaliknya, pasar minyak justru mengalami lonjakan tajam setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 11 persen akibat optimisme pembukaan kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan koridor pelayaran strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Jalur ini menjadi titik krusial perdagangan energi global, sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut langsung berdampak pada harga minyak internasional. (ant/mar/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 20 April 2026
30o
Kurs