Sabtu, 25 April 2026

Manggung dengan Biaya Sendiri di Tokyo dan Nagoya, Taring Guncang Penikmat Hardcore Jepang

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Grup hardcore asal Bandung, Taring, mengguncang Tokyo dan Nagoya dalam tur bertajuk Taring Nippon Onslaught 2026 17 – 22 April 2026. Foto: istimewa

Meski harus merogoh kocek sendiri empat personil grup hardcore asal Bandung, Taring, sukses mengguncang Tokyo dan Nagoya dalam perhelatan perjalanan tur bertajuk Taring Nippon Onslaught 2026 17 – 22 April 2026.

Berturut-turut, Taring, dibawah bendera Kiba o Muku – Hardcore Assault unjuk tampil 17-18 April 2026 di Festival Gekiko di Wildside Tokyo, 19 April 2026 di Studio 246 (The Resistance Lives On Vol.1) Nagoya, dan pada 22 April 2026 di Pit Bar, Tokyo.

Lebih kurang 11 komposisi lagu unggulan yang mayoritas diambil dari materi dari album terbaru mereka, Megatruh, Taring menghadirkan penampilan terbaiknya dengan energi tinggi.

Melalui interaksi langsung dengan skena underground warga Jepang dan warga asing yang mukim di Jepang, Taring sukses membongkar batas pemisah dengan penonton.

Tanpa jeda sedikitpun penonton larut dalam atraksi moshing, headbang, wall of death dan slam dancing.

Dua penggerak utama band Taring, yakni Hardi Rosady (Vokal) dan Ujang Rahmat (drum) yang akrab disapa Gebeg mengaku takjub dengan animo penonton Jepang.

Dengan didukung Wildan Wiliansyah (gitar), Ferry Ferdiansyah (bas), dan Manager Taring Uya Waluya, tampilan Taring dalam rangkaian tur di Tokyo dan Nagoya menjadi sangat maksimal.

“Saya Melihat animo penonton Jepang dahsyat ya. Lirik lagu kami kebanyakan Bahasa Indonesia, ini jadi bukti bahwa musik itu bahasa universal. Setiap orang bisa menikmati tanpa harus mengerti lirik. Ini adalah rangkaian tur album baru. Kami kerja bareng dengan Tomoki Nakagawa dari band grindcore Jepang, Kandarivas, dan Richie untuk show di Nagoya. Ini kali kedua tampilan kami di Jepang. Di tur kali ini pada setiap tempat kami bawakan lagu “Akselerasi Maksimum” dari Seringai. Ini penghormatan untuk almarhum Ricky Siahaan gitaris seringai,” terang Hardi Rosady dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Untuk di Pit Bar band pembuka Taring adalah Skeleton Bones dan Blood Prophecy. Dua band asal Jepang ini juga beraliran hardcore dan cukup terkenal di kalangan hardcore kids Jepang.

Lewat tur ini, Taring menurut Gebeg sang drummer, berupaya tampil seintens mungkin, menjalin koneksi, sekaligus mendorong batas pengalaman dalam ruang pertunjukan.

“Kekuatan pertemanan sesama musisi mancanegara itu sangat kuat ya. Ketika kita lakukan tur di luar negeri pada 2019 selain tur Jepang juga ke beberapa negara Eropa, link pertemanan semakin bertambah. Sangat bersyukur saat ini kami banyak kenal dengan teman-teman Eropa dan Jepang. Kami tidak terlalu banyak berharap dukungan dari Pemerintah Indonesia ya, karena kekuatan pertemanan antar negara sangat kuat dan kami coba mandiri. Kami manggung sambil jualan merchandise jadi lumayan buat nambah buat survive,” ujar Gebeg.

Lebih lanjut Hardi meyakini kedepannya akan semakin banyak band Indonesia unjuk tampil di mancanegara.

“Namun yg perlu disiapkan adalah mental menghadapi beda bahasa lalu cuaca dan lainnya. Kayak di Jepang ini kami naik angkutan kereta sambil gotong alat,” jelas Hardi.

Tidak hanya penonton Jepang dan warga asing, tampak pula sejumlah penonton asal Indonesia yang hadir menyaksikan tampilan dari Taring di Pit Bar, Tokyo.

“Keren dan mantap! Bangga sebagai orang Indonesia liat Taring tampil di Tokyo dan bawa nama Indonesia ke panggung internasional. Tampilan mereka bukan cuma sekadar manggung, tapi benar-benar nunjukin karakter dan energi yang kuat di depan penonton luar negeri. Terharu melihat musik Indonesia bisa diterima dan dinikmati sampai ke Jepang. Semoga ini jadi langkah lanjutan dari Taring untuk makin dikenal, dan terus konsisten bawa warna musik mereka ke level yang lebih besar. Respect dan salut banget!” tegas Pepi, warga Indonesia yang sudah lebih dari 15 tahun tinggal dan bekerja di Jepang.

Taring sebelumnya pernah tampil di Jepang pada 2019 dalam perhelatan musik cadas bertajuk Everloud Festival. Ajang ini digagas oleh Stevie Item gitaris Death Squad dan Tomoki Nakagawa dari band Kandarivas.

Taring unjuk tampil bersama dua band Indonesia yaitu Insanity dan Seringai sebagai band pamungkas.(faz).

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 25 April 2026
28o
Kurs