Banyak orang memilih menunda pergi ke toilet demi menyelesaikan pekerjaan, menghadiri rapat, atau karena alasan kesibukan lainnya.
Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata dapat berdampak pada kesehatan kandung kemih apabila dilakukan berulang kali dalam jangka panjang.
Menurut dokter Manish ahli uro-onkologi dari Apollo Hospitals Bannerghatta Road, kandung kemih memiliki batas kemampuan dalam menampung urine. Menahan keinginan buang air kecil secara terus-menerus dapat membuat organ tersebut bekerja lebih keras dari yang seharusnya.
Menurutnya, rata-rata orang dewasa umumnya buang air kecil setiap tiga hingga empat jam pada siang hari. Frekuensi tersebut dapat berbeda pada setiap orang, tergantung jumlah cairan yang dikonsumsi, tingkat aktivitas fisik, serta kapasitas kandung kemih masing-masing individu.
Masalah kesehatan mulai muncul ketika seseorang terbiasa mengabaikan sinyal yang dikirimkan kandung kemih kepada otak. Dalam kondisi normal, dorongan untuk buang air kecil merupakan mekanisme tubuh yang menandakan kandung kemih sudah terisi dan perlu dikosongkan.
“Rata-rata orang dewasa buang air kecil setiap tiga hingga empat jam pada siang hari,” kata Manish dilansir dari Antara, Sabtu (13/6/2026).
Ia menjelaskan, meskipun kandung kemih dirancang untuk menyimpan urine, kebiasaan menahannya terlalu lama dan terlalu sering dapat memengaruhi fungsi organ tersebut. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai gangguan saluran kemih.
“Orang yang sering menahan buang air kecil dapat mengalami masalah seperti urgensi, frekuensi, retensi urin, atau infeksi saluran kemih (ISK) jika dia cenderung mengalami kondisi tersebut,” ujar Manish.
Risiko tersebut menjadi lebih besar pada kelompok tertentu. Penderita diabetes, pria dengan pembesaran prostat, pasien gangguan neurologis, hingga mereka yang memiliki riwayat infeksi saluran kemih disarankan lebih waspada terhadap kebiasaan menahan kencing.
Dokter menekankan bahwa waktu beberapa menit untuk pergi ke toilet seharusnya tidak dianggap sebagai gangguan aktivitas. Justru, langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kesehatan kandung kemih dan mencegah munculnya komplikasi di masa depan.
Selain tidak menunda buang air kecil, menjaga asupan cairan harian juga menjadi kunci penting untuk mendukung fungsi saluran kemih yang optimal. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu proses pembuangan zat sisa melalui urine sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan pada kandung kemih.
“Yang selalu saya sampaikan kepada pasien adalah memastikan mereka minum cukup air dan meluangkan beberapa menit dari kesibukan mereka untuk pergi ke toilet. Saran saya sederhana: dengarkan kandung kemih Anda,” tuturnya. (ant/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

