Sabtu, 25 April 2026

Wakil Ketua Komisi I DPR Serukan Evaluasi Mekanisme Perlindungan Pasukan UNIFIL

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Sukamta Anggota Komisi I DPR RI. Foto: DPR RI

Sukamta Wakil Ketua Komisi I DPR RI menyerukan evaluasi secara menyeluruh kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap mekanisme perlindungan pasukan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) agar sesuai dengan realitas ancaman di lapangan.

“Kami mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL, agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang di lapangan,” ujar Sukamta, Sabtu (25/4/2026).

Dilansir dari Antara, ia menegaskan bahwa perlindungan prajurit dalam menjalankan misi perdamaian PBB tidak boleh diabaikan, termasuk pihak berkonflik.

Selain itu, langkah investigasi yang transparan dan akuntabel juga diperlukan menyusul insiden gugurnya Praka Rico Pramudia agar terdapat kejelasan dan pertanggungjawaban.

“Kami memandang bahwa perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah Indonesia juga perlu meninjau secara komprehensif mengenai aspek keamanan dan pola penugasan prajurit setelah gugurnya Praka Rico.

“Pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian, tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global,” kata Wakil Ketua Komisi I bidang Polhukam itu.

Ia mengatakan bahwa perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia, termasuk prajurit yang bertugas. Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat dalam menjaga perdamaian diperlukan sistem perlindungan yang kuat dan komitmen dari semua pihak.

Sukamta turut menyampaikan dukacita atas gugurnya Praka Rico Pramudia saat bertugas dalam misi UNIFIL.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi,” ucapnya.

Ia melanjutkan, peristiwa gugurnya Praka Rico harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama pada markas UNIFIL yang menjadi target serangan di Lebanon.

“Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi,” tuturnya.

Gugurnya Praka Rico dalam misi UNIFIL menambah total prajurit TNI yang gugur di Lebanon menjadi empat orang.

Selain Rico, prajurit yang gugur dalam misi perdamaian itu ialah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. (ant/vve/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 25 April 2026
29o
Kurs