Rabu, 29 April 2026

Jelang Keberangkatan ke Makkah, Tim Kesehatan Siapkan Kondisi Jemaah Haji

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Choirul Abadi anggota tim kesehatan Kloter 5 Embarkasi Surabaya. Foto: Widya suarasurabaya.net

Menjelang pergerakan jemaah haji dari Madinah menuju Makkah, tim kesehatan kloter mulai mengintensifkan berbagai persiapan guna memastikan kondisi jemaah tetap stabil.

Perjalanan darat yang memakan waktu sekitar enam jam menuntut kesiapan fisik, terutama bagi jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Tim kesehatan dari masing-masing kloter memprioritaskan pemantauan jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan berkala serta kunjungan langsung ke kamar jemaah menjelang keberangkatan.

Choirul Abadi anggota tim kesehatan Kloter 5 Embarkasi Surabaya menjelaskan, pihaknya telah mengidentifikasi puluhan jemaah dalam kategori risiko tinggi, termasuk yang membutuhkan kursi roda. Pemeriksaan intensif akan dilakukan sehari sebelum keberangkatan.

“Kami memprioritaskan jemaah risiko tinggi, khususnya lansia. Jumlahnya sekitar 30 orang, dengan sebelas di antaranya menggunakan kursi roda. H-1 keberangkatan ke Makkah, kami akan melakukan visit ke tiap kamar,” ujar Choirul kepada Radio Suara Surabaya, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, sejumlah jemaah memiliki riwayat penyakit serius seperti gangguan jantung. Kondisi tersebut kerap diperburuk oleh aktivitas ziarah yang padat selama di Madinah.

“Biasanya jemaah mengikuti seluruh rangkaian ziarah tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatannya. Padahal, itu bisa berdampak pada stamina mereka,” katanya.

Untuk itu, tim kesehatan memastikan seluruh jemaah, baik dengan risiko berat, sedang, maupun ringan, berada dalam kondisi stabil sebelum perjalanan dimulai, termasuk menjelang pengambilan miqat di Bir Ali.

Selain itu, tim juga mencatat adanya jemaah yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

“Ada jemaah yang dirawat dengan dugaan pneumonia, ditandai batuk dan demam. Kemungkinan disebabkan infeksi bakteri mengingat interaksi dengan jamaah dari berbagai negara,” jelas Choirul.

Apabila ditemukan jemaah yang tidak dalam kondisi fit menjelang keberangkatan, tim kesehatan akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan berkonsultasi dengan dokter sektor. Jika dinilai tidak layak melakukan perjalanan jauh, jemaah akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

Choirul mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat perjalanan menuju Makkah cukup lama dan membutuhkan stamina yang prima.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi Sektor 3 Madinah, dr Agung selaku penanggung jawab kesehatan sektor menegaskan bahwa penyisiran jamaah risiko tinggi akan dilakukan dua hari sebelum keberangkatan. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Rabu, 29 April 2026
26o
Kurs