Senin, 27 April 2026

Kemenhaj Sediakan Klinik Satelit Guna Layani Jemaah Haji dengan Cepat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ihsan Faisal Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Daker Makkah, Arab Saudi, Minggu (25/4/2026). Foto: Antara

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan klinik satelit di setiap sektor di Makkah untuk menyajikan pelayanan cepat bagi jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan.

“Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor,” kata Ihsan Faisal Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Minggu (27/4/2026) di Makkah, yang dikutip Antara.

Ia memaparkan bahwa klinik satelit itu berfungsi sebagai lokasi pertolongan pertama bagi anggota jemaah yang sakit agar tidak perlu langsung dirujuk lebih jauh.

Namun, jika kondisi anggota jemaah membutuhkan penanganan lebih lanjut dan kinik satelit tak bisa menanganinya, maka pasien akan segera dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau langsung menuju Rumah Sakit Arab Saudi.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia saat ini didukung sekitar 200 tenaga kesehatan yang dibagi untuk wilayah Makkah dan Madinah.

Penyediaan klinik satelit di tingkat sektor tersebut sejalan dengan kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M yang mengatur rasio pelayanan kesehatan, di mana satu klinik minimal melayani 5.000 anggota jemaah.

Dalam menanggapinya, Liliek Marhaendro Susilo Kepala Pusat Kesehatan Haji mengatakan pemerintah mendirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor di Makkah, sedangkan wilayah Madinah disiapkan lima klinik kesehatan di lima sektor.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal,” katanya.

Dalam mendukung pelayanan klinik satelit ini, tenaga medis juga dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit (severity level) guna meningkatkan akurasi medis.

Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan adanya supervisi dari penyedia kesehatan swasta terakreditasi. Layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan diawasi secara langsung oleh Saudi German Hospital.

Untuk kebutuhan obat-obatan, distribusi akan dipusatkan dari KKHI di Makkah dan Madinah langsung ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel masing-masing.(ant/mar/bil/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Senin, 27 April 2026
29o
Kurs