Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) menyediakan menu makanan khusus untuk jemaah haji lansia dengan olahan bertekstur lembut supaya mudah dicerna dan tinggi protein.
Nurul Maulana Penanggung Jawab Catering AHES menjelaskan, menu lansia tahun ini dilakukan modifikasi tekstur tanpa mengurangi nilai gizinya sesuai ketentuan Kementerian Haji dan Umroh.
Perbedaan mencolok terlihat pada pengolahan karbohidrat dan protein hewani. Jika jemaah reguler mendapatkan nasi biasa, maka jemaah lansia disuguhkan nasi tim atau bubur yang lebih mudah dicerna.
“Untuk menu lansia, jika menunya daging, maka dagingnya kita giling atau cincang halus. Begitu juga dengan ayam, kita sajikan dalam bentuk suwiran agar jemaah tidak kesulitan saat mengunyah,” ujar Maulana saat ditemui di Asrama Haji, Senin (27/4/2026).
Selain pengolahan tekstur, penyajian bumbu penyedap juga dikurangi untuk menjaga kesehatan jemaah supaya tetap prima selama menjalani aktivitas ibadah haji karena berpengaruh pada tekanan darah.
Sementara itu khusus menu pendamping seperti telur, tahu, dan tempe tetap dipertahankan olahannya karena secara alami memiliki tekstur yang sudah lembut.
Meski dilakukan penyesuaian tekstur, petugas tetap memastikan cita rasa khas Jawa Timur-an tersaji dalam setiap menu. Seperti hari ini menu sayur asem, sayur bayam dan berbagai olahan ikan disajikan untuk jemaah.
Maulana menegaskan bahwa kandungan protein bagi jemaah menjadi perhatian petugas cathering karena berkaitan dengan kondisi fisik jemaah untuk menghadapi cuaca ekstrem dan aktivitas padat di Tanah Suci.
Dalam setiap harinya, petugas menyajikan sekitar 1.9000 porsi untuk 5 kloter di Embarkasi Surabaya. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, pihak katering menambah 20 personel untuk proses memasak.
“Gizinya insyaallah terjaga karena sudah ditentukan standarnya dari pusat. Mengingat cuaca di tanah suci nanti ekstrem, protein dari ikan-ikanan sangat kami utamakan,” jelasnya.(wld/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
