Unjuk rasa Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) di Kantor Pertamina Patraniaga Jatimbalinus hingga memblokade Jalan Jagir Wonokromo, Rabu (29/4/2026) sore sampai malam, menyepakati 5 poin.
Supriyono Koordinator GSJT merinci, usai audiensi bersama Pertamina ada 5 poin yang dituangkan dalam notulensi dan disepakati.
Pertama, pendaftaran dan penyelesaian blokir barcode kendaraan GSJT akan dibantu posko atau call center dalam waktu 1 x 24 jam setelah data pendaftaran lengkap.
“Call center di 0823 330 42784,” kata Supriyono menyertakan hasil notulensi.
Kedua, Pertamina akan mendatangkan tim verifikator di kantornya untuk mempercepat verifikasi barcode kendaraan GSJT.
“(Ketiga) GSJT diminta menyampaikan data lengkap kendaraan anggota dari GSJT untuk dapat diprioritaskan proses pendaftaran subsidi tepat dan dijaga agar tidak terblokir tanpa alasan yang jelas,” tambahnya.
Keempat, Pertamina akan mengupayakan penyelesaian barcode terblokir dalam waktu 3 jam dari data lengkap pendaftar diterima, untuk kendaraan pengangkut barang butuh cepat atau mudah busuk.
“(Kelima) jika ada kendala di kemudian hari, kedua belah pihak sepakat untuk dapat berdiskusi kembali,” tutupnya.
Dalam salinan notulensi yang diterima suarasurabaya.net ditandatangani Ahad Rahedi Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patraniaga Jatimbalinus.

Diketahui, blokade jalan itu berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 22.15 WIB. Setelah menyepekati 5 poin tersebut, seluruh massa aksi meninggalkan lokasi.
Diberitakan sebelumnya, unjuk rasa para sopir truk ini memprotes kebijakan barcode sebagai syarat pembelian BBM subsidi solar yang dinilai menyulitkan sopir karena membuat kendaraan mereka sering terblokir. (lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

