Jumat, 1 Mei 2026

Pos Bloc Akan Bangkitkan Distrik Kota Lama Surabaya dengan Kuliner dan Public Space

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Bangunan cagar budaya di area Kantor Pos Pusat Surabaya yang dimanfaatkan jadi tempat kuliner. Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Pos Bloc akan membangkitkan distrik atau area Kota Lama Surabaya dengan kuliner dan public space di Kantor Pos Pusat, yang ada di Jalan Kebon Rojo.

Jimmy Saputro CEO Pos Bloc Group menyebut, targetnya area kantor pos itu bisa menjadi pusat ruang publik baru untuk anak muda terutama di wilayah Surabaya Utara.

“Masalahnya nya sekarang ini kalau kita boleh ngomong dan saya pelajari Surabaya itu sekarang anak mudanya banyak yang fokusnya di barat dan timur,” bebernya, Kamis (30/4/2026).

Untuk langkah awal, dia mengatakan akan memanfaatkan area kantor pos itu menjadi restoran untuk menarik keramaian.

“Karena kalau tanpa itu (magnet pengunjung) orang ke sini enggak ada tujuannya. Destinasinya betul destinasi kota tua, tapi hanya keliling gitu kan,” bebernya.

Ia menyebut, restoran ini akan menjadi magnet di area itu sebagai pusat kuliner dan menarik pegiat kuliner lainnya. “Kalau ini nanti ramai, mungkin (yang lain) mau buka warung kopi,” imbuhnya.

Selain pusat kuliner, kawasan dengan luas 1,2 hektare itu tetap akan jadi pusat ruang kreatif anak muda.

“Kita juga punya hanggar yang cukup besar untuk acara-acara. Kalau acara-acara musik biasanya kita bisa muat sampai mungkin 1.000 sampai 1.500 orang yang which is sebetulnya enggak banyak pilihan di daerah sini gitu ya,” jelasnya lagi.

Public space yang dimaksud, tidak hanya kuliner, tapi segala bentuk kreatifitas termasuk kriya lokal Surabaya.

Sementara Steffiani Setyadji, Direktur 10 Regentstraat, restoran yang berdiri di area Kantor Pos Pusat Surabaya itu menyebut, nama itu dipilih sesuai dengan nama kawasan ini semula. “Nama kawasannya Regentstraat, 10 itu karena Jalan Kebon Rojo nomor 10,” ucapnya.

Rencananya, kata dia, restoran yang menyediakan makanan nusantara ini tidak hanya menjadi tempat makan, tapi rangkaian juga destinasi wisata Kota Lama Surabaya yang dikunjungi wisatawan saat naik transportasi jeep di kawasan itu.

“Perencanaan Pak Wali (Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya), kita mau dihidupkan ekonomi di Kota Lama Surabaya,” ungkapnya.

Sementara untuk interior restoran tidak mengubah bangunan asli cagar budaya tipe A yang sangat dilindungi. Ia hanya menambah ornamen lampu untuk mempercantik tampilan.

“Saya pengin bangunannya itu masih seperti bangunan aslinya. Yang kita lakukan di tempat ini sebenarnya enggak banyak loh. Atas ini kita biarkan. Yang kita tambahin apa? Kita tambahin lampu,” ungkapnya. (lta/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
26o
Kurs