Jumat, 1 Mei 2026

KONI Jatim Gandeng RS Ubaya, Tingkatkan Kapasitas Penanganan Cedera Atlet

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
KONI Jawa Timur menggandeng RS Ubaya untuk meningkatkan kapasitas penanganan cedera atlet kepada pelatih Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jatim. Foto: Istimewa

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur meningkatkan kapasitas penanganan cedera atlet kepada pelatih Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jatim dengan menggandeng Rumah Sakit (RS) Ubaya.

Muhammad Nabil Ketua KONI Jatim mengatakan, edukasi medis bagi pelatih sangat penting untuk memastikan kesehatan atlet.

“Pelatih harus memahami mekanisme latihan yang benar serta penanganan cedera secara tepat. Tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pada kesehatan dan keselamatan atlet,” katanya dalam keterangan yang diterima, Jumat (1/5/2026).

Pemahaman cedera, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh dan terbuka antara atlet dan pelatih, sehingga penanganan bisa diterapkan dengan maksimal, bahkan pencegahan juga bisa dilakukan.

“Dengan koaborasi ini, penanganan cedera atlet diharapkan jadi lebih optimal, sehingga proses pembinaan berjalan maksimal dan mampu melahirkan prestasi olahraga yang membanggakan,” tuturnya.

dr. Wenny Retno Sarie Lestari Direktur Utama RS Ubaya mengatakan bahwa edukasi tersebut penting, terutama dalam mendeteksi dan menangani cedera secara dini.

Menurutnya, masih banyak kasus atlet tetap dipaksa bertanding meski dalam kondisi tidak prima, sehingga berdampak pada performa dan risiko cedera yang lebih serius.

“Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan penanganan cedera dilakukan secara cepat dan tepat, termasuk akses layanan medis mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), tindakan operasi, hingga fisioterapi dan rehabilitasi,” ucapnya.

Wenny menambahkan, RS Ubaya bersama KONI Jatim berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari aspek preventif, promotif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Kolaborasi itu, lanjut dia, ke depan juga memungkinkan tim sport clinic lebih cepat dalam memantau kondisi atlet, sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal dan atlet siap kembali ke arena kompetisi.

“Langkah ini sebagai upaya memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus meminimalkan risiko cedera yang kerap mengganggu performa saat latihan maupun kompetisi,” tandasnya.(ris/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
27o
Kurs