Sebuah balon udara jatuh dan meledak di sebuah rumah warga di Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Dua orang mengalami luka-luka.
Riza salah satu anggota keluarga korban mengatakan, balon udara tersebut mengenai tiang listrik kemudian menimpa bagian belakang rumah milik neneknya hingga atap ambruk. Saat kejadian, dua sepupunya berada di area rumah dan terkena dampaknya.
“Waktu kejadian terkena dua adik sepupu saya, yang satu luka parah, yang satu luka ringan,” katanya saat mengudara di Radio Suara Surabaya.
Korban yang mengalami luka parah, kata dia, sedang memodifikasi sepeda motor menggunakan gerinda ketika insiden terjadi. Saat balon udara jatuh dan terjadi ledakan, alat gerinda yang sedang digunakan lepas kendali dan melukai tangannya.
“Adik ini tadi lagi modif sepeda motor, lagi ngerenda (menggerinda). Nah, kejatuhan itu, jadi kena tangannya,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian tangan, tepatnya di antara pergelangan tangan dan siku. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan penanganan medis.
“Sekarang lagi di UGD Ibnu Sina, tadi barusan menjalani operasi kecil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, balon udara yang jatuh memiliki ciri berwarna putih dan motif garis melingkar hitam-oranye dengan tulisan “Mahjong”.
Sampai saat ini, ia menyebut bahwa belum ada pihak yang mengaku sebagai pemilik balon udara tersebut.
Rizha kemudian berinisiatif menelusuri kemungkinan asal balon udara tersebut melalui media sosial. Saat menelusuri medsos, ia menemukan sebuah akun TikTok yang diduga pernah mengunggah video penerbangan balon dengan motif serupa.
“Kalau yang mengaku tidak ada, tapi terduga kemungkinan dari akun TikTok yang ini. Soalnya gambarnya sama,” ujarnya.
Pihak keluarga saat ini berencana melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian agar asal-usul balon udara dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera diketahui.
“Ini baru mau proses ke kepolisian,” ucapnya.

Sementara itu, AKP Tatak Sutrisno Kapolsek Kebomas mengatakan, dalam insiden balon udara menimpa rumah warga itu, sempat terdengar ledakan yang menyebabkan atap rumah rusak.
“Pada saat jatuh di atas atap rumah warga, terdengar suara letusan sebanyak dua kali yang mengakibatkan atap asbes pecah,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Sebelum jatuh, ia menyebut, balon udara juga sempat tersangkut tiang listrik, kemudian terbawa hembusan angin kencang menimpa rumah warga.
Akibat insiden tersebut, selain menyebabkan korban luka juga menimbulkan kerusakan cukup parah pada bagian belakang rumah, terutama plafon yang hancur dan kaca-kaca pecah.(ris/ipg)
View this post on Instagram
NOW ON AIR SSFM 100

