Perusahaan minyak Jepang, Taiyo Oil, mengumumkan bahwa pihaknya akan menerima pengiriman energi dari proyek Sakhalin-2 Rusia atas permintaan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.
Pengiriman minyak dari Rusia ke Jepang ini menandai kali pengiriman pertamanya sejak tahun 2022 di mana Jepang menghentikan pembelian minyak Rusia.
“Kami menerima permintaan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (Jepang) untuk menerima minyak tersebut seperti yang kami lakukan tahun lalu. Kami diberi tahu bahwa impor menggunakan kapal tanker ini tidak dikenakan sanksi,” ucap juru bicara perusahaan kepada surat kabar Jepang Sankei Shimbun, Jumat (1/5/2026).
Dilansir dari Antara pada Sabtu (2/5/2026), pengiriman tersebut dikabarkan merupakan pembelian spot minyak dari produksi sebagai bagian dari proyek Sakhalin-2.
Sementara itu, jenis minyak yang diimpor adalah minyak mentah ringan Sakhalin Blend, biasanya digunakan untuk produksi bahan bakar diesel dan nafta.
Meski volume minyak yang dikirim terbatas, Badan Sumber Daya Alam dan Energi Jepang mengatakan bahwa minyak Rusia tetap berperan penting atas keamanan energi Negeri Sakura itu.
“Di tengah memburuknya situasi di Timur Tengah, meskipun volumenya kecil, minyak Rusia juga penting untuk menjaga pasokan energi yang stabil. Kami berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan memastikan bahwa impor dari proyek Sakhalin-2 tidak menimbulkan risiko sanksi,” ujar juru bicara otoritas tersebut.
Untuk diketahui, Jepang telah berhenti melakukan pembelian rutin minyak Rusia karena situasi di Ukraina. Namun negara tersebut masih sesekali mengimpor dalam jumlah sedikit sebagai bagian dari proyek Sakhalin-2.
Contohnya, tahun lalu Taiyo Oil membeli 600.000 barel minyak Sakhalin Blend untuk pertama kalinya sejak tahun 2023. (ant/vve/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

