Jemaah haji yang telah tiba di Makkah Al Mukarromah tidak hanya menjalankan umrah wajib, tetapi juga dapat melaksanakan umrah sunnah lebih dari satu kali. Namun, terdapat perbedaan dalam pengambilan miqat atau niat berihram yang perlu diketahui.
Bagi jemaah yang sudah berada di Makkah, miqat dapat diambil di beberapa lokasi. Untuk jemaah yang berada di wilayah Sektor 1 Mekkah, khususnya Syisyah, lokasi terdekat miqat adalah Masjid Aisha atau dikenal sebagai Tan’im, yang berjarak sekitar sembilan kilometer.
Namun, untuk menuju Tan’im, jemaah tidak dapat menggunakan bus shalawat. Akses menuju lokasi tersebut harus menggunakan taksi berbayar, baik konvensional maupun melalui aplikasi transportasi online yang tersedia di Arab Saudi. Biaya perjalanan berkisar antara 30 hingga 40 riyal (setara Rp139.002 hingga Rp185.336).
Setibanya di Tan’im, jemaah langsung melaksanakan salat sunnah ihram dua rakaat dan mengambil niat ihram sebagai awal pelaksanaan umrah.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Masjidil Haram. Jemaah memiliki dua pilihan transportasi, yakni bus berbayar dari terminal terdekat Tan’im atau menggunakan taksi. Opsi taksi dinilai lebih cepat, terutama bagi jemaah dengan keterbatasan waktu.

Pengemudi biasanya akan menurunkan penumpang di area luar Masjidil Haram, dekat Terminal Syib Amir. Dari titik tersebut, jemaah harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju pintu masuk masjid.
Akses masuk ke Masjidil Haram bergantung pada kondisi di lapangan. Jika masih dibuka, jemaah bisa masuk melalui Gerbang As Salam yang berjarak sekitar 1 kilometer dari terminal. Namun jika ditutup, jemaah akan diarahkan menuju Gerbang King Abdul Aziz dengan jarak yang lebih jauh.
Setelah masuk ke dalam Masjidil Haram, rangkaian ibadah umrah dilakukan seperti biasa, dimulai dari tawaf, dilanjutkan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, dan diakhiri dengan tahalul.
Berdasarkan pantauan suarasurabaya.net di lokasi, Senin (4/5/2026), kondisi Masjidil Haram saat ini masih relatif lengang, terutama pada waktu selepas tengah malam hingga menjelang azan subuh. Area tawaf dan sa’i masih cukup longgar sehingga jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.
Setelah menyelesaikan ibadah umrah, jemaah dapat kembali ke hotel menggunakan fasilitas bus shalawat yang telah disediakan, sehingga mobilitas tetap terjaga dengan baik selama berada di Mekkah. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

