Selasa, 5 Mei 2026

Rusia Siap Pasok Minyak ke Indonesia, Meski Hadapi Sanksi dari Uni Eropa

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Sergei Tolchenov Duta Besar Rusia untuk Indonesia (tengah) saat ditemui usai pemutaran film "Russia's History in Space" di Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Antara

Sergei Tolchenov Duta Besar Rusia untuk Indonesia menyatakan, Rusia tetap akan berperan sebagai mitra strategis yang dapat diandalkan dalam memasok minyak dan gas bagi negara mitra, termasuk Indonesia dan tetap sesuai perjanjian, meskipun dikenai sanksi oleh Uni Eropa.

“Kami siap memasok minyak dan gas kepada teman-teman kami, dan Indonesia adalah salah satu teman dan mitra strategis kami. Jadi, kami mengikuti perjanjian-perjanjian ini,” kata Tolchenov Dubes di Jakarta, Senin (4/5/2026) malam seperti dikutip dari Antara.

Saat Prabowo Presiden dan Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berdiskusi dengan mitra di Moskow, ia menyebut mereka telah mencapai beberapa kesepakatan.

“Sekarang kita hanya perlu melihat bagaimana cara mengimplementasikan kesepakatan-kesepakatan tersebut,” ujarnya.

Mengenai sanksi dari Uni Eropa, ia mengaku Rusia tak melihatnya sebagai masalah, bahkan negaranya itu tetap dalam kondisi baik. Sebelumnya pun, Rusia disebutnya telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun.

Sanksi dari Uni Eropa itu adalah ilegal, lanjut dia, hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat menerapkan sanksi terhadap negara-negara berdaulat.

Sebelumnya, pada 23 April, Uni Eropa mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia yang mencakup 36 daftar baru di sektor energi Rusia. Sektor tersebut meliputi kegiatan hulu dan hilir, seperti eksplorasi minyak, ekstraksi, penyulingan dan transportasi.

Adapun dua pelabuhan Rusia, yakni di Kota Murmansk dan Tuapse, serta Terminal Minyak Karimun di Indonesia, tercantum dalam daftar tersebut karena diduga terkait praktik penghindaran sanksi.

Pada 30 April, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa prioritas Pemerintah Indonesia adalah memastikan keamanan energi rakyat Indonesia yang mendesak dengan bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk AS dan Rusia.

“Di tengah kondisi geopolitik yang sangat dinamis saat ini, kita perlu mengamankan ketahanan energi sebagai kepentingan nasional yang sangat mendesak dan kita bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat dan Rusia,” kata Vahd Nabyl A. Mulachela juru bicara Kemlu RI.

Lalu pada 2 Mei, Bahlil Lahadalia Menteri ESDM juga menyampaikan bahwa minyak mentah dari Rusia yang segera masuk ke Indonesia merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Langkah itu termasuk bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.(ant/mar/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 5 Mei 2026
32o
Kurs