Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Surabaya menangkap empat kawanan perampok bermodus angkutan umum di KM 20 Tol Waru, Sidoarjo. Dari empat pelaku, dua di antaranya masih di bawah umur, satu di antara pelaku pernah merampok di Jombang.
Di depan polisi, Eko Welly Pujianto (18 tahun), warga Bungurasih Tengah ini mengaku kesehariannya bekerja sebagai kernet angkutan Elf Sidoarjo. Dia mengaku lulusan SMP.
Welly mengaku juga pernah melakukan perampokan dengan modus serupa di daerah Jombang. Tapi, dia mengaku komplotannya berbeda dengan yang dia lakukan di Surabaya.
Pelaku lainnya adalah Eko Saputra (25). Dia berperan sebagai sopir angkot yang mengangkut korban sebelum dirampok. Eko mengaku menjadi sopir angkot jurusan Joyoboyo-Sidoarjo namun hanya pada shift malam.
Dia mengaku menyewa angkot itu dari seseorang, tetapi Eko mengaku tidak tahu rumah pemilik angkot itu. “Karena kalau ambil angkot langsung di terminal Joyoboyo, ambilnya dari sopir yang shift pagi dioperasikan ke shift malam,” kata Eko.
Sementara, dua pelaku di bawah umur adalah DM (14) warga Karah, mengaku masih bersekolah di salah satu SMP swasta di Surabaya. Dia mengaku duduk di kelas tiga SMP.
Kemudian terakhir adalah BS. Bocah berusia 17 tahun ini mengaku putus sekolah. Dia tinggal di DKA Tegal, Wonokromo, Surabaya. Selama ini BS menganggur.
Sekadar diketahui, komplotan perampok yang terdiri dari empat orang ditangkap di Tol Waru, Sidoarjo, Minggu (25/3/2018) pagi. Modus komplotan ini menggunakan angkutan umum (Lyn) untuk mencari sasaran.
Dua penumpang bernama Anggoro Setyo Nugroho (17) dan Tommy Ardianto (17) menjadi korban usai menonton konser Via Vallen di Makodam V Brawijaya Sabtu malamnya. (bid/den)
NOW ON AIR SSFM 100

