Sabtu, 9 Mei 2026

Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Optimalkan Hotel, Konsumsi dan Bus Shalawat

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Jemaah haji dari seluruh dunia tiba di Arafah untuk menjalani prosesi wukuf pada Sabtu (15/6/2024) hari ini. Foto: Restu Indah suarasurabaya.net

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Fokus penguatan diarahkan pada tiga layanan utama, yakni akomodasi hotel, penyediaan konsumsi, serta transportasi Bus Shalawat di Makkah, guna memastikan jemaah dapat beribadah dengan nyaman, aman, dan tertib.

Memasuki hari ke-19 operasional penyelenggaraan haji, seluruh rangkaian layanan jemaah Indonesia dilaporkan berjalan stabil dan terkendali.

Pemerintah terus mengawal pergerakan jemaah dari berbagai fase kedatangan, baik dari Indonesia menuju Madinah, pergeseran ke Makkah, hingga kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah.

Berdasarkan data hingga Jumat (8/5/2026), sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi. Sementara itu, 165 kloter yang terdiri atas 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Madinah.

Gelombang kedatangan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, juga terus berlangsung. Sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah mendarat di Arab Saudi. Selain itu, 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.

Ichsan Marsha juru bicara Kemenhaj menegaskan, pemerintah saat ini memusatkan perhatian pada penguatan layanan inti yang langsung dirasakan jemaah di lapangan.

“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan dalam laman resmi Kemenhaj, Sabtu (9/5/2026).

Pada sektor akomodasi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang ditempatkan di 94 hotel. Sementara di Makkah, PPIH telah menampung 165 kloter dengan 63.822 jemaah yang tersebar di 180 hotel.

Optimalisasi layanan hotel dilakukan untuk memastikan kenyamanan jemaah, terutama lansia dan kelompok rentan, agar memiliki akses istirahat yang memadai sebelum menjalani rangkaian ibadah padat di Makkah.

Di sektor konsumsi, distribusi makanan bagi jemaah terus ditingkatkan. Hingga saat ini, sebanyak 2.782.118 box makanan telah disalurkan kepada jemaah Indonesia. Rinciannya, 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.

Kemenhaj menegaskan bahwa kualitas dan ketepatan waktu distribusi makanan menjadi perhatian utama, mengingat kebutuhan energi jemaah sangat tinggi di tengah padatnya aktivitas ibadah.

Sementara itu, layanan transportasi Bus Shalawat di Makkah menjadi salah satu fokus utama menjelang puncak haji. Saat ini, bus tersebut beroperasi melalui 17 rute dengan total 969 trip, yang menghubungkan hotel jemaah dengan Masjidil Haram.

“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” kata Ichsan.

Di sisi lain, layanan kesehatan juga terus diperkuat. Tercatat 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar mewaspadai kondisi cuaca panas ekstrem di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius. Imbauan menjaga hidrasi dan membatasi aktivitas di luar ruangan terus disampaikan petugas di lapangan.

“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.

Hingga 8 Mei 2026, tercatat 20 jemaah haji Indonesia wafat di Arab Saudi. Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam serta memastikan seluruh hak dan layanan bagi jemaah wafat tetap dipenuhi sesuai ketentuan.

Pemerintah juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan layanan di tengah dinamika lapangan, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama berada di Tanah Suci. (saf/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Sabtu, 9 Mei 2026
30o
Kurs